Lewati ke konten utama

Dishub Mimika Koordinasi Otoritas Bandara X Merauke untuk Test Landing Lapter Hoya dan Bela, Direncanakan September 2026

Redaksi Fajar PapuaPenulis
Redaksi Fajar PapuaEditor
21.24 WIT2 menit baca843 dibaca
Lapter Hoya yang sudah tuntas dibangun
Lapter Hoya yang sudah tuntas dibangunFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan sedang berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) X Merauke untuk mempersiapkan pelaksanaan test landing atau uji pendaratan di Lapangan Terbang (Lapter) Distrik Hoya dan Bela.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Alfasiah mengatakan, koordinasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari tahapan untuk memastikan lapangan terbang di kedua distrik tersebut dapat diuji kelayakannya sebelum nantinya melayani penerbangan.

“Saat ini kami sedang berkoordinasi mengatur jadwal dengan Kantor Otoritas Bandar Udara X Merauke untuk dapat melakukan test landing di Bandara Hoya dan Bela. Semoga dapat dilakukan di bulan September ini,” kata Alfasiah.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi permintaan masyarakat Distrik Hoya yang mendesak adanya kepastian terkait tindak lanjut hasil rapat bersama Dinas Perhubungan mengenai pelaksanaan test landing di lapangan terbang tersebut.

Tokoh Masyarakat Distrik Hoya, Anton Ogolmagai melalui surat tertanggal 4 September 2026, meminta Dinas Perhubungan Mimika memberikan penjelasan mengenai hasil rapat, jadwal pelaksanaan test landing, kendala yang masih dihadapi serta langkah konkret pemerintah agar Lapangan Terbang Hoya dapat segera beroperasi.

Anton menyebut pembangunan Lapangan Terbang Distrik Hoya telah selesai, namun hingga kini belum dilakukan uji pendaratan yang menjadi salah satu tahapan penting sebelum lapangan terbang dapat melayani penerbangan.

Menurutnya, masyarakat Hoya sangat membutuhkan akses transportasi udara untuk mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, kegiatan ekonomi serta mobilitas masyarakat.

Masyarakat juga berharap pemerintah dapat memberikan kepastian waktu pelaksanaan test landing, sehingga keberadaan lapangan terbang tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi dapat segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Alfasiah memastikan pihaknya sedang mengupayakan koordinasi dengan pihak berwenang untuk menentukan jadwal pelaksanaan uji pendaratan.

Jika koordinasi berjalan sesuai rencana, test landing di Hoya dan Bela diharapkan dapat dilaksanakan pada September 2026.

Pelaksanaan uji pendaratan tersebut nantinya menjadi bagian penting dalam proses menuju pemanfaatan lapangan terbang untuk mendukung konektivitas dan pelayanan transportasi udara bagi masyarakat di wilayah pedalaman Mimika.(fan)