Jakarta, fajarpapua.com – Penyanderaan 9 remaja perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah ternyata mendapat perhatian publik nasional, termasuk dari kreator konten dan YouTuber Bobon Santoso.
Melalui unggahan video di akun instagram pribadi, @bobonsantoso, Bobon menawarkan uang sebesar Rp1 miliar untuk membantu pembebasan sembilan warga sipil yang disebut masih disandera tersebut.
Ia menyatakan, tawaran Rp1 miliar itu tidak berkaitan dengan kepentingan politik, ideologi maupun mewakili pihak tertentu. Dalam pernyataannya, Bobon meminta agar sembilan warga yang disebut masih berada dalam penguasaan kelompok bersenjata segera dibebaskan seluruhnya dalam kondisi selamat.
Ia secara khusus menyoroti adanya anak-anak dan seorang perempuan berusia 17 tahun yang berdasarkan informasi sebelumnya disebut sedang hamil muda.
Bobon juga menegaskan masyarakat sipil, terlebih anak-anak, tidak seharusnya menjadi bagian dari konflik bersenjata.
“Saya berharap sembilan orang ini bisa dibebaskan semuanya. Tidak ada satu pun yang tertinggal dan semuanya dalam keadaan selamat,” demikian inti pernyataan Bobon dalam video yang beredar.
Tawaran tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena kasus penyanderaan di Jila sebelumnya telah menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Peristiwa bermula dari aksi kekerasan kelompok bersenjata di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, pada 17-18 Agustus 2026. Aparat menyebut sembilan warga sipil, yang terdiri dari anak-anak dan perempuan muda, dibawa secara paksa ke kawasan hutan.
Berdasarkan keterangan aparat yang diberitakan sebelumnya, sembilan warga tersebut yakni Nemerina Wamang (17) yang disebut sedang hamil muda, Alin Mesawarol yang masih duduk di kelas VI SD, Nopi Aim kelas IV SD, Opinte Mesawaro kelas III SD, Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
Dalam kejadian tersebut, seorang ibu bernama Neregingget Magai (48) dilaporkan tewas ditembak setelah menolak anaknya dibawa paksa. Sementara Inkolung Aim dilaporkan dibuang ke jurang dan mengalami patah kaki, namun selamat dan sempat mendapatkan perawatan di Jila.
Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda menyebut aparat telah melakukan pengejaran terhadap kelompok yang membawa sembilan warga tersebut. Saat itu, situasi di Distrik Jila dilaporkan berangsur kondusif, meski akses transportasi udara menuju wilayah tersebut masih terkendala.
Sementara itu, terkait tawaran Rp1 miliar dari Bobon Santoso, hingga kini belum ada informasi terverifikasi mengenai adanya penerimaan tawaran tersebut oleh pihak OPM.(red)














