Lewati ke konten utama

Polisi Temui 4 Pelajar yang Dilaporkan Dikejar Pria Bertopeng di Mioko, Palang Jalan Mapurujaya dan Logpon Dibuka

Redaksi Fajar PapuaPenulis
14.45 WIT4 menit baca0 dibaca
Kepolisian dari Polsek Mimika Timur yang dipimpin Kapolsek saat menemui warga yang melakukan pemalangan.
Kepolisian dari Polsek Mimika Timur yang dipimpin Kapolsek saat menemui warga yang melakukan pemalangan.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kepolisian mengungkap kronologi beredarnya informasi dugaan upaya penculikan anak sekolah yang memicu aksi spontanitas pemalangan di Jalan Poros Mapurujaya dan pertigaan Logpon Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Selasa (15/9).

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumalena mengatakan, pihaknya langsung merespons laporan masyarakat setelah informasi mengenai dugaan penculikan tersebut tersebar melalui media sosial Facebook.

Informasi awal menyebutkan adanya sejumlah orang tidak dikenal yang menggunakan dua mobil Toyota Avanza berwarna hitam tanpa pelat nomor diduga mengejar anak-anak sekolah di pertigaan Mioko.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung merespons untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Kami juga melakukan pengecekan langsung terhadap para korban,” katanya.

Ia menjelaskan, polisi menerima laporan adanya pemalangan jalan di Kampung Kaugapu RT 04. Warga memalang badan jalan menggunakan kayu balok setelah menerima informasi mengenai dugaan penculikan anak sekolah di wilayah Mioko.

Kapolsek bersama personel kemudian bergerak menuju pertigaan Mioko untuk memastikan informasi yang beredar. Setibanya di lokasi, polisi mendapati masyarakat juga melakukan pemalangan menggunakan batang dan ranting kayu sehingga arus lalu lintas sempat terhenti.

Berdasarkan keterangan masyarakat, dugaan pengejaran terhadap anak sekolah terjadi sekitar pukul 06.30 WIT. Sejumlah pelajar yang turun dari bus sekolah di pertigaan Mioko untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah di Mapurujaya dilaporkan didatangi dua mobil Avanza hitam tanpa pelat nomor.

Dari kendaraan tersebut, sejumlah orang yang mengenakan pakaian serba hitam, bertopeng dan membawa parang turun kemudian mengejar anak-anak sekolah.

Para pelajar kemudian berlari kembali menuju Kampung Mioko. Sebagian di antaranya masuk ke dalam hutan untuk menyelamatkan diri.

Polisi selanjutnya melakukan pengecekan terhadap para pelajar yang disebut menjadi korban. Dalam perjalanan, personel kepolisian bertemu dengan sejumlah warga yang membawa dua pelajar, masing-masing berinisial GM (16) dan FM (17).

Polisi kemudian kembali ke Pustu Mioko untuk melakukan pemeriksaan terhadap para pelajar. Dari pemeriksaan tersebut, polisi mengidentifikasi sejumlah pelajar lainnya, diantaranya PM (19), pelajar SMK di Mapurujaya, dan VE (16), pelajar SMP di Mapurujaya.

“Dari hasil pengecekan, para korban dalam keadaan selamat. Tidak ditemukan adanya luka akibat penganiayaan. Mereka mengalami trauma karena ketakutan setelah dikejar oleh orang yang tidak dikenal,” jelas Iptu Alex.

Menurut keterangan para pelajar, dua kendaraan Avanza berwarna hitam tanpa pelat nomor datang ke lokasi. Selanjutnya, dua orang yang mengenakan sebo atau penutup wajah hitam, sarung tangan hitam serta pakaian serba hitam turun dari kendaraan.

Para pelajar kemudian dikejar hingga melarikan diri kembali ke arah Kampung Mioko.

Setelah memastikan kondisi para pelajar, Kapolsek bersama personel kembali menemui masyarakat yang melakukan pemalangan.

Polisi memberikan penjelasan bahwa informasi mengenai adanya korban yang dianiaya maupun ditemukan dalam kondisi luka tidak terbukti. Empat pelajar yang disebut dalam informasi tersebut dipastikan selamat dan tidak mengalami luka.

Setelah mendapat penjelasan dari kepolisian, masyarakat di pertigaan Mioko kemudian membuka palang. Arus lalu lintas kembali normal dan situasi berlangsung aman serta terkendali.

Polisi juga menuju Kampung Kaugapu untuk menyampaikan hasil pengecekan kepada masyarakat setempat.

“Setelah kami pastikan para korban selamat dan tidak mengalami luka, kami sampaikan kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan pemalangan. Palang akhirnya dibuka dan aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar Iptu Alex.

Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman terhadap informasi mengenai orang tidak dikenal yang diduga mengejar para pelajar.

Iptu Alex mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor kepada kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian atau menemukan orang yang mencurigakan. Jangan mengambil tindakan sendiri yang dapat mengganggu keamanan dan aktivitas masyarakat,” katanya.

Kepolisian juga akan meningkatkan patroli sambang serta koordinasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat di wilayah hukum Polsek Mimika Timur.

Selain itu, patroli dan pemeriksaan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan akan ditingkatkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.(ron)