Jayapura, fajarpapua.com – Polda Papua melakukan pemeriksaan dan razia terhadap handphone milik personel sebagai langkah pencegahan keterlibatan anggota Polri dalam aktivitas judi online (judol).
Pemeriksaan tersebut dilaksanakan usai apel bersama di Lapangan Apel Mapolda Papua, Koya Koso, Senin (14/9/2026).
Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir saat memimpin kegiatan menekankan pentingnya menjaga disiplin, integritas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri. Setiap personel diharapkan mampu menjaga perilaku, baik dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.
“Saya mengingatkan seluruh personel untuk terus menjaga kedisiplinan dan integritas. Sebagai anggota Polri, kita harus mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dan tidak melakukan perbuatan yang dapat mencoreng institusi,” ucap Wakapolda Papua.
Ia mengungkapkan, pemeriksaan handphone tersebut merupakan bagian dari pengawasan internal untuk mencegah personel terlibat aktivitas perjudian online yang dapat berdampak terhadap kedisiplinan, integritas dan citra institusi Polri.
Menurutnya, pemeriksaan tersebut juga menjadi langkah preventif untuk memastikan seluruh personel Polda Papua memahami dan mematuhi ketentuan yang berlaku serta menjauhi berbagai bentuk aktivitas yang bertentangan dengan hukum maupun kode etik profesi Polri.
Wakapolda Papua juga mengingatkan personel agar tidak mengabaikan tugas-tugas dasar kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan dan menjaga keamanan di tengah masyarakat.
“Kehadiran polisi di lingkungan masyarakat harus terus dioptimalkan melalui kegiatan preventif dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan,” kata Brigjen Muhajir.
Selain menegakkan kedisiplinan personel, Brigjen Muhajir mengingatkan anggota agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan tempat tinggal dan fasilitas kedinasan.
Personel diminta memastikan kondisi instalasi listrik dan keamanan rumah sebelum meninggalkan tempat tinggal untuk melaksanakan tugas.
Dalam bidang komunikasi publik, Wakapolda mengajak seluruh satuan kerja untuk berperan aktif menyampaikan informasi positif mengenai pelaksanaan tugas kepolisian.
Penyampaian informasi harus dilakukan secara faktual, transparan dan bertanggung jawab guna memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
Wakapolda juga menyampaikan pentingnya penyelesaian persoalan sosial di Papua melalui komunikasi dan pendekatan yang tepat.
“Kehadiran aparat keamanan tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat guna mencegah munculnya persoalan yang dapat berkembang menjadi konflik,” pungkasnya.
Wakapolda menambahkan, razia handphone tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Papua untuk terus meningkatkan pengawasan internal dan menjaga profesionalisme seluruh personel. (hsb).









