Lewati ke konten utama

Polda Papua Imbau Warga Tidak Mudah Terprovokasi Ajakan Demonstrasi di Media Sosial

Redaksi Fajar PapuaPenulis
19.06 WIT2 menit baca115 dibaca
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo SukarnitoFoto / Hukum
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Menjelang rencana penyampaian aspirasi pada 3 Agustus 2026, Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan demonstrasi maupun informasi yang beredar di media sosial, termasuk melalui aplikasi WhatsApp.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, khususnya yang berkaitan dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Masyarakat kami imbau untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Pastikan setiap informasi diperoleh dari sumber resmi dan media massa yang kredibel agar tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun provokasi yang dapat mengganggu situasi kamtibmas," katanya, Sabtu (1/8/2026).

Cahyo menjelaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Namun, pelaksanaannya tetap harus mematuhi ketentuan hukum, menjaga keamanan dan ketertiban, serta menghormati hak-hak masyarakat lainnya.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Papua agar tetap aman, damai, dan kondusif. Jangan mudah terpancing oleh ajakan-ajakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun memecah persatuan," bebernya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, termasuk narasi provokatif, foto, maupun video yang berpotensi memperkeruh situasi. Jika menemukan informasi yang meragukan, masyarakat diminta melakukan verifikasi melalui kanal resmi Polda Papua atau media massa yang kredibel.

Selain itu, Polda Papua mengajak tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada lingkungan sekitar agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

"Kami berharap seluruh masyarakat Papua tetap menjaga persatuan, mengedepankan dialog, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif menjelang maupun pada pelaksanaan penyampaian aspirasi tanggal 3 Agustus 2026," tutupnya. (hsb)