Lewati ke konten utama

Setelah Dipaksa Bikin Video Pengakuan Papua Merdeka, KKB Bunuh Sopir Lajuran Asal Toraja, Mobil Dibakar

Redaksi Fajar PapuaPenulis
22.55 WIT1 menit baca0 dibaca
Almarhum Aris Sanda dipaksa mendukung kemerdekaan Papua sebelum ditembak.
Almarhum Aris Sanda dipaksa mendukung kemerdekaan Papua sebelum ditembak.Foto / Hukum
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Seorang sopir lajuran asal Toraja, Aris Sanda, dilaporkan tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap III Ndugama Derakma pimpinan Egianus Kogoya, Selasa (15/9/2026).

Peristiwa itu terjadi saat Aris Sanda membawa penumpang dari Wamena menuju Mbua, di kawasan tanjakan Gunung Boy.

Ucapan duka atas kepergian Aris berseliweran di media sosial. Diinformasikan, saat kejadian korban sedang membawa sejumlah penumpang, diantaranya Pendeta TH (38), Ns (23), Ps (32), Se (26), Yt (18), Gr (11), Sa (13), serta Di dan Si.

Para penumpang kemudian diperintahkan turun menuju Napua. Sebagian penumpang disebut sempat turun menggunakan ojek.

Dalam perjalanan, penumpang dilaporkan mendapat intimidasi dan ancaman akan ditembak maupun dipotong apabila tidak mengikuti perintah para anggota kelompok bersenjata tersebut.

Warga lokal dilepaskan setelah mendapat intimidasi, sedangkan Aris Sanda sebagai warga pendatang asal Toraja tetap ditahan.

Sebelum ditembak, korban diminta menyatakan dukungan terhadap OPM. Setelah permintaan tersebut selesai, korban kemudian dieksekusi.

Tidak hanya membunuh korban, kelompok tersebut juga membakar mobil lajuran yang digunakan Aris Sanda untuk mengangkut penumpang.(red)