Lewati ke konten utama

Rencana Ikut Aksi Tolak MBG, 70 Pelajar di Jayapura Diamankan, Telepon Guru Minta Jemput di Kantor Polisi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
18.13 WIT2 menit baca36 dibaca
Polres Jayapura mengamankan 78 pelajar yang diduga hendak mengikuti aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (15/9/2026).
Polres Jayapura mengamankan 78 pelajar yang diduga hendak mengikuti aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (15/9/2026).Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Sentani, fajarpapua.com – Polres Jayapura mengamankan 78 pelajar yang diduga hendak mengikuti aksi unjuk rasa Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) terkait penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (15/9/2026).

Para pelajar tersebut diamankan secara humanis di sejumlah lokasi, diantaranya kawasan Pos 7 Sentani dan BTN Matoa Sentani. Selanjutnya, mereka dibawa ke Mapolsek Sentani Kota untuk didata dan diberikan pembinaan.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan menegaskan, pengamanan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan para pelajar tidak meninggalkan kegiatan belajar pada jam sekolah.

“Tidak ada penangkapan atau pemukulan. Para pelajar kami amankan secara baik-baik ke Polsek Sentani Kota. Kami berikan minum dan kami hubungi guru-guru mereka untuk menjemput mereka di Polsek,” tegasnya.

Ia menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap para pelajar agar tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu proses pendidikan maupun situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Ini jam sekolah, waktu belajar bagi anak-anak sekolah. Kami hindari mereka disusupi kelompok-kelompok yang ingin membuat situasi kamtibmas di Kabupaten Jayapura tidak kondusif,” ujarnya.

Setibanya di Mapolsek Sentani Kota, para pelajar didata berdasarkan asal sekolah masing-masing. Petugas kemudian melakukan pendekatan secara persuasif dan humanis sebelum para pelajar dikembalikan kepada pihak sekolah dan diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.

Dalam pengamanan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah spanduk dan pamflet yang berisi penolakan terhadap program MBG serta tuntutan terkait pendidikan gratis.

Kapolres Jayapura menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan langkah pembinaan yang tepat terhadap para pelajar yang terlibat.

“Yang paling utama adalah anak-anak ini tetap mendapatkan pendidikan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan yang dapat mengganggu kamtibmas,” pungkasnya. (hsb).