Lewati ke konten utama

Amungsa Foundation Bagikan Masker di Tengah Paparan Debu dan Asap di Timika

Redaksi Fajar PapuaPenulis
17.56 WIT2 menit baca34 dibaca
Yayasan Amungsa Foundation membagikan masker kepada warga dan pelajar di sejumlah titik di Kabupaten Mimika, Senin (14/9/2026).
Yayasan Amungsa Foundation membagikan masker kepada warga dan pelajar di sejumlah titik di Kabupaten Mimika, Senin (14/9/2026).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Paparan debu dan asap yang meningkat di tengah kondisi cuaca panas di Timika mendorong Yayasan Amungsa Foundation mengambil langkah nyata untuk membantu melindungi kesehatan masyarakat dengan membagikan masker secara langsung, Senin (14/9/2026).

Pembagian masker dilakukan di sejumlah titik, mulai dari lingkungan sekolah hingga kawasan lampu merah di Jalan Cenderawasih, Timika. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial Yayasan Amungsa Foundation yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Penanggung jawab program Kasbunyi Amungsa Foundation, Rahadian Risky Putra, mengatakan pembagian masker merupakan langkah sederhana yang diharapkan dapat membantu masyarakat melindungi diri dari paparan debu dan asap.

“Situasi iklim saat ini cukup ekstrem. Cuaca panas membuat tanah menjadi kering sehingga debu mudah naik ke permukaan. Ditambah lagi adanya asap akibat kebakaran hutan, sehingga kondisi ini tentu dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Rahadian saat ditemui wartawan fajarpapua.com di Jalan Cenderawasih, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, dampak kondisi tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat yang beraktivitas di jalan, tetapi juga mereka yang berada di lingkungan sekolah, perkantoran maupun kawasan padat aktivitas lainnya.

Karena itu, Amungsa Foundation memilih turun langsung ke lapangan untuk mengingatkan masyarakat pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Ini bukan hanya soal membagikan masker. Kami ingin mengajak masyarakat menghadapi situasi iklim yang ekstrem ini secara bersama-sama. Masker menjadi salah satu simbol bahwa kita peduli terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain,” katanya.

Rahadian menjelaskan, aksi pembagian masker telah dimulai sejak pagi. Tim terlebih dahulu menyambangi sejumlah sekolah di kawasan SP3, salah satunya SD Amole, untuk membagikan masker kepada para siswa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan ke lingkungan Shining Star SMP dan SD di Jalan Baru, sebelum tim bergerak ke sejumlah persimpangan lampu merah untuk membagikan masker kepada pengguna jalan.

“Target kami adalah masyarakat secara luas, baik pelajar, pegawai di kantor pemerintahan maupun masyarakat yang setiap hari beraktivitas di jalan,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi. Masyarakat diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya di lokasi yang banyak debu dan asap.

“Kalau tidak ada kepentingan yang mendesak, kami mengajak masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Tetapi jika memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan,” pungkas Rahadian.

Melalui aksi tersebut, Yayasan Amungsa Foundation berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan dapat semakin meningkat, sekaligus mendorong kepedulian bersama menghadapi perubahan kondisi iklim dan lingkungan.