Jayapura, fajarpapua.com – Gara-gara masalah yang terjadi di dalam kapal dibawa ke darat, kapal penumpang KM Gunung Dempo tidak bisa bersandar di Pelabuhan Jayapura, Selasa (15/9) malam hingga Rabu (16/9) pagi.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen menjelaskan, kericuhan berawal dari perkelahian di dalam kapal antara penumpang.
Informasi mengenai keributan tersebut kemudian sampai kepada keluarga dan rekan penumpang yang berada di Pelabuhan Jayapura. Mereka selanjutnya berupaya masuk ke area pelabuhan untuk mendatangi kapal.
“Kericuhan di Pelabuhan Jayapura ini berawal dari adanya keributan di dalam kapal KM Gunung Dempo. Selanjutnya, informasi keributan di dalam kapal ini sampai kepada keluarganya yang ada di pelabuhan, sehingga rekan-rekannya memaksa masuk ke dalam pelabuhan,” ujar Kapolresta, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, petugas kemudian mengingatkan dan menegur sejumlah orang yang memaksa masuk ke area pelabuhan. Namun, teguran tersebut tidak diterima sehingga terjadi aksi pelemparan dan perusakan pintu pagar untuk menerobos masuk ke area pelabuhan menuju kapal.
“Mereka yang ada di darat ingin menerobos masuk setelah mendapat informasi bahwa rekannya ditahan. Dalam kejadian ini ada satu korban, tapi sudah ditangani di rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, korban yang berada di atas kapal juga telah mendapat perawatan di rumah sakit setelah mengalami luka di tangan.
Buntut kericuhan tersebut, polisi mengamankan tiga orang. Salah satunya merupakan korban yang telah mendapat perawatan di rumah sakit, sedangkan dua orang lainnya telah dikembalikan kepada keluarganya.
Hingga Rabu pagi, KM Gunung Dempo tidak dapat bersandar di Pelabuhan Jayapura.(hsb)














