Lewati ke konten utama

PT FI Dorong Mama-Mama SP 9 dan SP 12 Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
17.59 WIT2 menit baca77 dibaca
Mama-mama dari SP 9, SP 12 dan kampung sekitarnya mengikuti pelatihan pengolahan pangan berbahan lokal yang digelar PT FI melalui Community Affairs di Utikini Cocoa Clinic, SP 12.
Mama-mama dari SP 9, SP 12 dan kampung sekitarnya mengikuti pelatihan pengolahan pangan berbahan lokal yang digelar PT FI melalui Community Affairs di Utikini Cocoa Clinic, SP 12.Foto / PT Freeport
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – PT Freeport Indonesia (PT FI) melalui Community Affairs (CA) terus mendorong pemberdayaan masyarakat kampung dengan meningkatkan keterampilan mama-mama dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi produk yang sehat, bergizi dan memiliki nilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan bertajuk “Pengolahan Pangan Berbahan Lokal” yang digelar di Utikini Cocoa Clinic (UCC), SP 12, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 13.00 WIT tersebut diikuti 25 orang mama-mama dari SP 9, SP 12 dan kampung-kampung di sekitarnya.

Program pemberdayaan ini dilaksanakan PT FI melalui Community Affairs dengan melibatkan Yayasan Jayasakti Mandiri (YJM), Koperasi Buah Dewa (KBD), KSU Maria Bintang Laut serta Community Economic Development (CED) sebagai pendamping.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Yayasan Jayasakti Mandiri, Devia Mom. Sementara pelatihan menghadirkan Sofie Tapilatu dari CED bersama tim KSU Maria Bintang Laut sebagai instruktur.

Pelatihan dilaksanakan dengan melihat potensi pangan lokal yang tersedia di wilayah SP 9 dan SP 12, seperti singkong, betatas, keladi dan pisang. Bahan-bahan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan yang sehat, bergizi dan memiliki nilai tambah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dan praktik pengolahan keladi menjadi jajanan pasar keladi tumbuk yang dapat dikembangkan dalam beberapa varian.

Peserta juga dilatih mengolah betatas ungu menjadi jajanan pasar sengkulun betatas ungu, serta mengolah singkong menjadi jajanan pasar memet.

Melalui kegiatan tersebut, mama-mama tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengolahan bahan pangan lokal, tetapi juga didorong untuk melihat peluang usaha dari hasil pertanian yang tersedia di lingkungan mereka.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pangan lokal dengan memanfaatkan potensi hasil pertanian untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong peningkatan pendapatan keluarga.

Tujuan lainnya adalah meningkatkan kapasitas mama-mama di SP 9 dan SP 12 dalam memanfaatkan serta mengolah pangan lokal menjadi produk bernilai tambah, sehingga dapat mendukung kemandirian ekonomi keluarga, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan gizi masyarakat.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap tahapan kegiatan. Peserta dibagi dalam kelompok dan terlibat langsung dalam proses pengolahan pangan sesuai materi yang diberikan instruktur.

Pada akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat. Mereka juga mengusulkan agar pelatihan serupa kembali dilaksanakan dengan menggunakan bahan pangan lokal lainnya.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi antara PT FI melalui Community Affairs, CED, Yayasan Jayasakti Mandiri, Koperasi Buah Dewa dan KSU Maria Bintang Laut dalam mendorong pengembangan kapasitas masyarakat kampung melalui pemanfaatan potensi lokal.