Jayapura, fajarpapua.com – Sebanyak 196 karyawan PT Freeport Indonesia mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat BUMS PT Freeport Indonesia Tahun 2026 di Rindam XVII/Cenderawasih, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung sistem pertahanan negara.
Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan Upacara Rindam XVII/Cenderawasih dan dipimpin Kapus Komcad Badan Cadangan Nasional (Bacanas) Kemhan RI Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan selaku inspektur upacara. Sementara Komandan Upacara dijabat Letkol Inf Apit Yulianto yang juga Dansecaba Rindam XVII/Cenderawasih.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto mengatakan, 196 peserta tersebut merupakan hasil seleksi dari 213 calon yang sebelumnya mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan, jasmani, psikologi serta orientasi dan geologi di Rindam XVII/Cenderawasih pada 29 September hingga 2 Oktober 2026.
“Dari 213 peserta yang mengikuti tahapan pemeriksaan dan penentuan akhir, sebanyak 196 orang dinyatakan lulus untuk mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran Komponen Cadangan,” jelasnya.
Dari 196 peserta tersebut, sebanyak 191 orang merupakan laki-laki dan lima perempuan. Mereka akan menjalani pendidikan dan latihan selama kurang lebih dua bulan, mulai 6 Oktober hingga 4 Desember 2026.
Dalam laporan kesiapan pembentukan Komcad, Kepala Bidang Perencanaan Penyediaan dan Pembentukan Komponen Cadangan Kolonel Kav Dr. Susanto menyampaikan, proses pembentukan Komcad BUMS PT Freeport Indonesia diawali dengan usulan 220 calon anggota pada 10 September 2026.
Selanjutnya, para calon peserta diberangkatkan dari Timika menuju Jayapura pada 28 September 2026 untuk mengikuti berbagai tahapan seleksi. Setelah melalui pemeriksaan dan penentuan akhir, sebanyak 196 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti Latsarmil.
Dalam amanat Menteri Pertahanan RI yang dibacakan Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan, disampaikan bahwa perkembangan lingkungan strategis global, regional dan nasional yang dinamis menuntut kesiapan negara dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, baik militer, nonmiliter maupun hibrida.
Karena itu, sistem pertahanan negara yang bersifat semesta tidak hanya bertumpu pada Komponen Utama, tetapi juga diperkuat Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung.
“Latsarmil menjadi tahap penting untuk membentuk kemampuan dasar, disiplin, ketangguhan, kepatuhan terhadap aturan serta kemampuan bekerja sama para calon anggota Komcad,” katanya.
Menteri Pertahanan juga menekankan agar proses pendidikan dilaksanakan sesuai kurikulum, terukur dan mengutamakan keselamatan personel maupun materiil.
Para pelatih diminta mengedepankan keteladanan serta menghindari tindakan arogan maupun kontak fisik yang tidak diperlukan. Keberhasilan latihan diukur dari kemampuan peserta menyerap pengetahuan dan keterampilan sekaligus membangun karakter yang disiplin dan bertanggung jawab.
Dukungan PT Freeport Indonesia terhadap program tersebut dinilai menjadi bagian dari kontribusi sektor swasta dalam memperkuat pertahanan negara.
Para peserta diharapkan mengikuti seluruh tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh hingga selesai serta mampu membawa nilai disiplin, tanggung jawab dan kesadaran bela negara dalam kehidupan maupun profesinya.
Kapendam menambahkan, pelaksanaan Latsarmil Komcad Matra Darat BUMS PT Freeport Indonesia di Rindam XVII/Cenderawasih menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah, TNI dan sektor swasta dalam menyiapkan sumber daya nasional untuk kepentingan pertahanan negara.
Pendidikan tersebut diharapkan berjalan lancar dan aman serta membentuk peserta yang disiplin, tangguh, loyal dan siap menjalankan peran sebagai Komponen Cadangan sesuai ketentuan yang berlaku. (hsb).









