Timika, fajarpapua.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong pada Jumat (9/1) mengundang Pemda Puncak, dua kelompok yang terlibat konflik yakni kubu Dang dan Newegelen bersama para tokoh untuk mengikuti pertemuan ketiga yang digelar di Pendopo Negara, Timika, Rabu (9/1).
Pertemuan tersebut difokuskan pada penentuan hari pelaksanaan prosesi adat patah panah dan belah kayu sebagai simbol perdamaian antara kedua belah pihak.
Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nenu Tabuni yang hadir didampingi Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Kabag Ops Kabupaten Puncak mengatakan, pihaknya diundang secara resmi oleh Bupati Mimika untuk memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak yang berkonflik di Kwamki Narama.
“Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah untuk menyelesaikan konflik secara adat dan kekeluargaan,” ujar Sekda Nenu.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung proses perdamaian agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat kembali kondusif, khususnya bagi warga Kabupaten Puncak dan Mimika.
Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan setelah dua pertemuan sebelumnya, dengan harapan prosesi adat yang akan ditetapkan dapat mengakhiri konflik dan mempererat kembali hubungan kekeluargaan antar kedua kubu. (izzy)






