Timika, fajarpapua.com – Aparat keamanan di Kabupaten Mimika menyiapkan kekuatan penuh untuk mengamankan proses perdamaian konflik saudara yang terjadi di Distrik Kwamki Narama.
Agenda perdamaian tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin, 12 Januari 2026.
Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menegaskan jajarannya akan tetap menyiagakan personel hingga hari pelaksanaan perdamaian guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami tetap menempatkan personel sampai dengan hari H. Pasukan akan standby di lokasi dengan kekuatan penuh,” ujar Kapolres Mimika saat dikonfirmasi, Jumat (10/1).
Dalam pengamanan tersebut, Polres Mimika tidak hanya menempatkan personel di sejumlah pos yang telah ditentukan, tetapi juga mengintensifkan patroli dialogis kepada masyarakat.
“Kami melakukan patroli dialogis dengan memberikan imbauan agar masyarakat tidak membawa senjata tajam. Jika ada yang membawa parang atau panah, agar dititipkan kepada aparat keamanan demi menjaga situasi Kamtibmas menjelang perdamaian,” jelasnya.
Kapolres juga mengimbau seluruh masyarakat Distrik Kwamki Narama untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak membawa senjata tajam dalam bentuk apa pun.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap beraktivitas normal tanpa membawa senjata tajam, baik parang maupun panah. Jika kedapatan, akan kami sita,” tegasnya.
Terkait penanganan selama konflik berlangsung, Kapolres Mimika mengungkapkan pihak kepolisian telah mengamankan 30 orang.
Berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dalam pertemuan perdamaian, puluhan orang tersebut tidak diproses secara hukum, melainkan akan menjalani pembinaan.
“Kami mengamankan sebanyak 30 orang. Sesuai kesepakatan, ada kebijakan khusus sehingga tidak dilakukan proses hukum, melainkan pembinaan. Namun apabila ditemukan kasus pidana lain di luar konflik, tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (ron)





