Timika, fajarpapua.com – Seorang tukang ojek berinisial SK ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Poros SP 2–SP 5, Lorong Amungsa Indah, samping Jembatan Waker tembus belakang Keuskupan, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Sabtu (25/7) dini hari.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban diduga dibunuh saat mengantar penumpang.
"Iya benar, dia diduga dibunuh saat mengantarkan penumpangnya," katanya.
Kapolres menjelaskan, sebelum kejadian korban bersama seorang tukang ojek lainnya berinisial P mengangkut masing-masing satu penumpang untuk diantar ke Lorong Amungsa Indah.
Saat melintasi jalan lokasi kejadian yang minim penerangan, korban diduga disergap lima OTK yang diduga merupakan satu kelompok dengan penumpang yang diantar korban.
Saksi P yang berada di belakang korban berusaha memutar balik sepeda motornya. Namun, ia sempat dihadang oleh penumpang yang diantarnya sehingga terjadi perkelahian. Setelah berhasil melepaskan diri, P melarikan diri dan meninggalkan lokasi untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
"Jadi dua tukang ojek mengantar penumpang. Korban berada di depan, P di belakang. Sampai di TKP korban disergap oleh lima OTK. P sempat berkelahi dengan penumpangnya dan berhasil melarikan diri. Setelah itu P melaporkan kejadian tersebut. Anggota piket langsung merespons dan menemukan sepeda motor serta korban yang sudah meninggal dunia," jelasnya.
Menurut Kapolres, kedua penumpang tersebut diduga merupakan bagian dari kelompok pelaku yang berpura-pura menjadi penumpang untuk menjebak korban.
"Jadi mereka berdua awalnya berpura-pura menjadi penumpang, kemudian korban disergap. Kami terus melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku," ujarnya.
Terkait beredarnya voice note yang menyebut adanya rencana aksi balas dendam oleh warga karena kerabatnya dibunuh, Kapolres mengatakan informasi tersebut diterima hampir bersamaan dengan laporan pembunuhan tukang ojek.
"Kami menerima informasi voice note tersebut bersamaan dengan laporan pembunuhan tukang ojek. Saya langsung memerintahkan anggota melakukan penyisiran di lokasi," tuturnya.
Meski demikian, Kapolres menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah isi voice note tersebut berkaitan dengan kasus pembunuhan yang sedang diselidiki. "Sementara kami fokus mencari para pelaku, dan motifnya belum bisa dipastikan," ujarnya.
Polres Mimika saat ini masih melakukan penyelidikan serta memburu para pelaku untuk mengungkap motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. (ron)










