Lewati ke konten utama

Keluarga Berhasil Hubungi Diduga Pelaku Lewat HP Milik Almarhumah Willi Mbuik, Tanpa Rasa Bersalah Acungkan Jari Tengah

Redaksi Fajar PapuaPenulis
09.42 WIT2 menit baca173 dibaca
Panggilan VC dengan salah satu terduga pelaku di HP milik Almarhumah Willi Mbuik.
Panggilan VC dengan salah satu terduga pelaku di HP milik Almarhumah Willi Mbuik.Foto / Pemerintahan
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Keluarga salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak KKB dilaporkan berhasil menghubungi seseorang yang diduga sebagai pelaku melalui telepon seluler (HP) milik salah satu korban.

Rekaman video call tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik. Informasi mengenai rekaman itu seperti dilansir media online Bataspapua.

Dalam video yang beredar melalui akun Facebook Efendi Hartoyo Muda, terlihat seorang pria yang diduga sebagai pelaku sedang melakukan panggilan video dengan pihak keluarga korban.

Percakapan antara pria tersebut dengan keluarga korban berlangsung tegang. Dalam rekaman, pria itu bahkan terlihat mengacungkan jari tengah sambil tertawa dan mengucapkan kata-kata bernada ejekan.

“F*ck you, hahaha,” ujar pria tersebut dalam rekaman.

Pihak keluarga kemudian memperingatkan pria tersebut bahwa akan ada orang yang mencarinya.

“Nanti ada orang cari kau,” kata pihak keluarga.

Namun, pria tersebut justru merespons dengan nada mengejek.

“Baru sudah makan? Mau tambah-tambah, mau tambah?” katanya.

Dalam percakapan itu, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa perbuatan yang dilakukan terhadap korban akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

“Perbuatanmu akan kau pertanggungjawabkan di surga,” ujar pihak keluarga.

Pria tersebut kemudian membawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam percakapan.

“Suruh Presiden kah, siapa itu Prabowo, tanggung jawabkan. Kita ini tidak ada masalah,” katanya.

Pihak keluarga selanjutnya mempertanyakan alasan anak mereka ditembak.

“Anak saya masalah apa kau bunuh, kau tembak?” tanya pihak keluarga.

Pria tersebut kemudian diduga memberikan jawaban yang mengaitkan penembakan dengan perjuangan Papua merdeka.

“Itu kan supaya ada pengakuan untuk Papua merdeka,” jawabnya.

Sementara itu, Jubir KKB, Sebby Sambom kepada fajarpapua.com, Kamis (10/9) mengakui ketiga korban ditembak KKB Kodap III Ndugama Derakma. Penembakan itu lantaran para korban dituding mata-mata militer.

Tudingan serupa selalu dilayangkan kelompok kriminal bersenjata tersebut usai membantai warga sipil yang tidak berdosa.(red)