Lewati ke konten utama

Wujudkan Kemerdekaan Energi, PLN Resmikan Layanan Listrik 24 Jam di Kampung Sum Fakfak

Redaksi Fajar PapuaPenulis
FanEditor
21.26 WIT3 menit baca14 dibaca
Tim PLN bergotong royong memikul tiang listrik melintasi medan yang menantang di Kampung Sum, Kabupaten Fakfak. Semangat kebersamaan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan listrik andal 24 jam  sebagai wujud pemerataan energi hingga pelosok Papua.
Tim PLN bergotong royong memikul tiang listrik melintasi medan yang menantang di Kampung Sum, Kabupaten Fakfak. Semangat kebersamaan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan listrik andal 24 jam sebagai wujud pemerataan energi hingga pelosok Papua.Foto / Pemerintahan
Bagikan berita ini
Aa

Fakfak, fajarpapua.com – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Kampung Sum, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, akhirnya menikmati layanan listrik PLN selama 24 jam. Kehadiran listrik menjadi kado kemerdekaan yang telah lama dinantikan warga sekaligus bukti pemerataan akses energi hingga ke wilayah terpencil.

Layanan listrik tersebut diwujudkan melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah. Sebanyak 105 calon pelanggan akan mendapatkan sambungan listrik secara bertahap melalui program tersebut. Selain meningkatkan keandalan pasokan listrik, BPBL juga memberikan sambungan listrik gratis bagi keluarga kurang mampu.

Sebelum jaringan PLN hadir, masyarakat Kampung Sum mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan Kementerian ESDM. Namun, karena fasilitas tersebut telah lama rusak, warga terpaksa menggunakan genset mandiri dengan biaya bahan bakar yang cukup tinggi.

Untuk menghadirkan listrik 24 jam, PLN membangun infrastruktur kelistrikan baru yang terhubung dengan sistem kelistrikan Tetar. Infrastruktur tersebut meliputi Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4,48 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 1,69 kms, serta satu unit gardu distribusi berkapasitas 50 kilovolt-ampere (kVA).

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengapresiasi hadirnya layanan listrik PLN di Kampung Sum. Menurutnya, listrik akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Listrik bukan lagi sekadar impian bagi warga Kampung Sum. Ini merupakan wujud kerja nyata pemerintah daerah bersama PLN agar tidak ada lagi wilayah yang gelap gulita. Kehadiran listrik akan meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, membuka akses informasi dan teknologi, serta mempercepat pembangunan," katanya, Kamis (30/7/2026).

Pembangunan jaringan listrik tersebut tidak berlangsung mudah. Tim PLN harus menghadapi tantangan berupa hutan lebat dan cuaca ekstrem yang menyulitkan proses pengangkutan tiang listrik maupun kabel menuju Kampung Sum.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan, pengoperasian jaringan listrik di Kampung Sum merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mewujudkan kemerdekaan energi hingga ke pelosok Papua.

"Kami ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan Fakfak, dapat menikmati akses listrik yang andal. Meski menghadapi tantangan alam yang berat, berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, pekerjaan dapat diselesaikan sehingga warga kini menikmati listrik selama 24 jam. Komitmen PLN untuk menghadirkan terang hingga ke pelosok tidak akan pernah surut," ujarnya.

Dengan hadirnya listrik selama 24 jam, masyarakat Kampung Sum diharapkan dapat merasakan manfaat yang lebih luas, mulai dari mendukung kegiatan belajar anak-anak pada malam hari, meningkatkan pelayanan publik, hingga mendorong tumbuhnya usaha rumahan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Program ini sekaligus mempertegas komitmen PLN dalam menghadirkan pemerataan energi dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua. (Humas PLN)