Ambon, fajarpapua.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mempercepat distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah tantangan distribusi melalui jalur laut.
Langkah percepatan ini dilakukan sebagai respons atas perhatian masyarakat terkait kondisi penyaluran BBM di Kecamatan Banda dan Kecamatan Kepulauan Banda yang sangat bergantung pada transportasi laut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan Pertamina terus berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi di wilayah kepulauan dengan memperhatikan aspek keselamatan pelayaran dan kondisi cuaca.
"Saat ini Pertamina telah menyelesaikan proses pemuatan BBM ke kapal pengangkut yang akan melayani distribusi ke Banda Neira. Kapal membawa 60 kiloliter Pertamax dan 3 kiloliter Dexlite, yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 25 hari," ujar Ispiani, Minggu (26/7).
Menurutnya, kapal semula dijadwalkan berangkat pada Minggu dini hari. Namun, keberangkatan sempat tertunda karena menunggu penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai bagian dari prosedur keselamatan pelayaran.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan kondisi cuaca dinilai aman, kapal akhirnya diberangkatkan pada Minggu siang menuju Banda Neira.
Ispiani menegaskan, keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan keselamatan pelayaran agar distribusi BBM dapat berlangsung aman dan tepat sasaran.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan KSOP, operator transportasi laut, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, serta berbagai pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi BBM ke wilayah kepulauan.
"Pertamina berkomitmen mengoptimalkan penyaluran BBM ke Kepulauan Banda. Mengingat distribusi dilakukan melalui jalur laut, kami terus berkoordinasi agar setiap pasokan dapat tiba sesuai jadwal dan segera disalurkan kepada masyarakat," tambahnya.
Selain mempercepat pengiriman, Pertamina juga melakukan pemantauan rutin terhadap stok BBM di lembaga penyalur resmi serta menyiapkan langkah lanjutan guna menjaga kesinambungan pasokan pada pengiriman berikutnya.
Terkait beredarnya informasi mengenai harga BBM di tingkat pengecer, Pertamina menegaskan bahwa harga resmi BBM hanya berlaku di lembaga penyalur resmi Pertamina. Harga yang ditetapkan oleh pengecer berada di luar kewenangan perusahaan.
Pertamina mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan, menggunakan energi secara bijak, serta memanfaatkan lembaga penyalur resmi sehingga distribusi dapat berlangsung lebih merata.
Sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional, Pertamina menyatakan akan terus mengevaluasi pola distribusi BBM di wilayah kepulauan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan keandalan pelayanan kepada masyarakat.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait produk maupun layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135. (Humas Pertamina)








