Lewati ke konten utama

Voice Note Teror Tiga Pembunuhan Beredar di Timika, Dua Korban Sudah Teridentifikasi, Mungkinkah Ada Korban Ketiga?

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
15.51 WIT3 menit baca181 dibaca
Korban yang ditemukan dan dilaporkan hilang
Korban yang ditemukan dan dilaporkan hilangFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Sebuah voice note yang beredar luas di berbagai grup WhatsApp di Kabupaten Mimika memicu keresahan masyarakat.

Rekaman suara itu berisi peringatan agar warga tidak keluar rumah pada malam hari karena situasi keamanan disebut sedang tidak baik.

Dalam rekaman tersebut, pengirim pesan mengklaim menerima informasi telah terjadi aksi penyerangan yang diduga merupakan balas dendam atas kematian seorang warga Orang Asli Papua (OAP) yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban pembegalan.

Lebih jauh, pengirim voice note bahkan menyebut bahwa dalam rentang Jumat (24/7) hingga Sabtu (25/7) dini hari, sudah ada tiga orang yang menjadi korban pembunuhan.

Pesan itu juga secara khusus mengingatkan para sopir truk yang biasa menginap di kawasan SPBU Timika Jaya, SP 2, agar sementara waktu tidak bermalam saat mengantre BBM demi menghindari kemungkinan menjadi sasaran kejahatan.

Hingga kini, klaim mengenai adanya tiga korban tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.

Namun menariknya, dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, aparat kepolisian memang telah mengungkap dua kasus pembunuhan yang mengguncang masyarakat Mimika.

Korban Pertama, Tukang Ojek Dijebak Penumpang

Korban pertama adalah seorang tukang ojek berinisial SK yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Poros SP 2–SP 5, Lorong Amungsa Indah, samping Jembatan Waker tembus belakang Keuskupan, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Sabtu (25/7) dini hari.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak mengungkapkan korban diduga dibunuh saat mengantarkan penumpangnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban bersama seorang rekan sesama tukang ojek berinisial P mengantar dua orang penumpang menuju Lorong Amungsa Indah.

Sesampainya di lokasi yang minim penerangan, korban diduga disergap oleh lima orang tak dikenal yang telah menunggu di lokasi.

Sementara saksi P berusaha melarikan diri setelah sempat berkelahi dengan penumpangnya yang diduga merupakan bagian dari kelompok pelaku.

Setelah berhasil menyelamatkan diri, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Petugas yang datang ke lokasi menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia bersama sepeda motornya.

Korban Kedua, Misteri Foto Viral Berakhir dengan Penemuan Jenazah

Kasus kedua menyita perhatian publik setelah beredarnya foto seorang pria berinisial SM yang tampak tergeletak di samping sepeda motor dengan sejumlah anak panah tertancap di tubuhnya.

Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, jenazah korban akhirnya ditemukan di kawasan hutan Kali Wania, Distrik Kuala Kencana, Senin (27/7).

Korban ditemukan oleh tim gabungan bersama para tukang ojek yang ikut melakukan pencarian.

Di lokasi, petugas menemukan dua titik penting. Titik pertama diduga menjadi lokasi awal korban tergeletak sebagaimana tampak dalam foto yang viral.

Sekitar 50 meter dari lokasi tersebut ditemukan jenazah korban.

Polisi juga menemukan sebuah sekop yang diduga akan digunakan untuk menguburkan korban serta sepeda motor korban dalam kondisi hangus terbakar sekitar 200 meter dari lokasi penemuan jenazah.

Mungkinkah Ada Korban Ketiga? Sopir Truk Dilaporkan Hilang Empat Hari

Di tengah terungkapnya identitas dua korban pembunuhan tersebut, muncul laporan hilangnya seorang sopir truk yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Pria tersebut bernama Adrianus A. Kejuru (36) atau akrab disapa Adrian/Rian.

Keluarga telah menyebarkan selebaran pencarian orang hilang yang menyebut Adrianus tidak pulang ke rumah selama empat hari.

Kemunculan laporan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat karena waktunya berdekatan dengan dua kasus pembunuhan yang sedang ditangani aparat kepolisian.

Namun, hingga berita ini diterbitkan belum ada satu pun keterangan resmi dari Polres Mimika yang menyatakan bahwa hilangnya Adrianus berkaitan dengan dua kasus pembunuhan tersebut maupun dengan isi voice note yang menyebut adanya tiga korban.

Dengan demikian, status Adrianus masih sebagai orang hilang, sementara proses pencarian oleh keluarga dan aparat masih terus berlangsung.