Timika, fajarpapua.com – Upaya penyelesaian konflik antarwarga di Kwamki Narama terus menunjukkan titik terang.
Hari ini, Jumat (9/12) kedua kubu yang bertikai akhirnya difasilitasi bertemu di Pendopo Rumah Negara SP 3, Kabupaten Mimika.
Pertemuan tersebut difasilitasi langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong sebagai bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam mendorong perdamaian.
Proses mempertemukan kedua kubu yang bertikai disatu meja pertemuan ini bukanlah hal yang mudah karena pemerintah daerah baik Kabupaten Mimika maupun Kabupaten Puncak secara marathon melakukan pendekatan kepada kedua pihak.
Diawali dengan pertemuan dengan kelompok keluarga Dang pada Selasa (6/1), Pemda Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak kembali memfasilitasi dialog lanjutan bersama keluarga Newegalen pada Rabu (7/1).
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, Sekda Puncak Nenu Tabuni, serta sejumlah anggota DPRK Mimika, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan telah tercapai itikad baik dari kedua belah pihak untuk berdamai.
Selanjutnya pada Kamis (8/1) Bupati Bupati Mimika Johannes Rettob bertemu langsung dengan kedua kubu yang bertikai.
Kehadiran Bupati Rettob di lokasi konflik secara langsung ini menjadi isyarat kesungguhan pemerintah daerah untuk merajut kembali benang-benang damai yang sempat terputus.
“Keluarga Dang dengan keluarga Newegalen bersepakat untuk berdamai. Hari Jumat kami akan mempertemukan kedua belah pihak,” ujar Bupati Rettob saat diwawancarai usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi konflik di Kwamki Narama, Kamis (8/1).
Menurut Bupati, pertemuan lanjutan antara kedua kubu pada Jumat (9/1) diharapkan tercapai kesepakatan damai sehingga prosesi adat ‘belah kayu’ dapat segera dilaksanakan.
Bupati Rettob menjelaskan, dalam tatap muka dirinya dengan kedua kubu yang bertikai di lokasi konflik baik keluarga Newegalen maupun keluarga Dang menyampaikan permintaan khusus sebelum mereka duduk bersama di Pendopo Rumah Negara Kabupaten Mimika.
Diantaranya permintaan agar penjagaan aparat keamanan di sekitar lokasi konflik sedikit dilonggarkan dan juga terkait dengan beberapa anggota kelompok yang ditahan untuk dibebaskan.
“Menurut kedua kubu akibat penjagaan pihak keamanan mereka kesulitan mengumpulkan keluarga sehinggameminta agar penjagaan sedikit dilonggarkan supaya proses pertemuan keluarga bisa berjalan,” ungkapnya.
Terkait dengan pihak-pihak yang saat ini diamankan oleh pihak kepolisian, Bupati Rettob menyampaikan kepada kedua belah pihak dirinya menjanin mereka akan dikeluarkan setelah kubu Newegelen dan Dang membuat kesepakatan perdamaian.
Bupati menegaskan, melihat hasil pertemuan dengan kedua kubu, pemerintah daerah sangat optimis perdamaian konflik Kwamki Narama dapat terwujud dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni menegaskan pemerintah daerah baik Kabupaten Mimika maupun Kabupaten Puncak tidak tinggal diam dalam menyikapi konflik ini dan terus mengambil langkah-langkah penyelesaian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bertahan dan menunggu proses ini selesai. Setelah semua tahapan perdamaian dilalui dan situasi aman, barulah masyarakat bisa kembali,” ujarnya.
Dukungan terhadap upaya perdamaian juga datang dari Gradus Wamang, Kepala Suku Damal di Kwamki Narama. Ia menegaskan kesiapannya untuk mendukung perdamaian demi menghentikan konflik.
“Kami datang ke sini untuk perdamaian. Kedua kubu yang berperang itu keluarga saya semua. Saya minta perdamaian supaya tidak ada korban lagi,” tegas Gradus.
Gradus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Puncak yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut.
“Terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Wakil Bupati Puncak, serta Sekda Puncak. Saya berharap pemerintah Mimika dan Puncak terus bekerja sama agar perdamaian ini benar-benar terwujud, ” pungkasnya. (Mas)






