Jayapura, fajarpapua.com – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tiba di Kabupaten Biak Numfor, Senin (12/1/2026), untuk memastikan kesiapan jelang kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang dijadwalkan tiba di kabupaten berjuluk Kota Karang itu, Selasa (13/1).
Kedatangan Gubernur Fakhiri didampingi Panglima Kodam XVIII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim dan Wakapolda Papua Brigjen Pol Faisal Ramadhani.
Rombongan disambut langsung Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra beserta jajaran pemerintah daerah setempat.
Setibanya di Biak, Gubernur Fakhiri langsung memimpin rapat koordinasi terbatas di Gedung Negara Biak. Rapat membahas detail teknis dan pengamanan kunjungan orang nomor dua di Indonesia itu, mulai dari kedatangan hingga kepulangan menuju Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
“Semua unsur yang terlibat harus menyiapkan secara detail. Tidak hanya acara, tetapi juga alur kedatangan dan keberangkatan agar berjalan tertib dan lancar,” kata Fakhiri.
Menurut Fakhiri, pengamanan perlu dilakukan secara menyeluruh, baik terbuka maupun tertutup, dengan koordinasi solid antara TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya.
“Pengamanan harus disiapkan secara teliti dan ekstra. Saya minta semua kegiatan Bapak Wakil Presiden selama di Biak Numfor benar-benar terjaga keamanannya,” katanya.
Selain pengamanan, Fakhiri mengingatkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarpihak agar tidak terjadi miskomunikasi selama rangkaian kunjungan kerja berlangsung. Ia berharap seluruh aparatur pemerintah daerah dan instansi terkait bekerja dalam satu komando.
Sementara itu, Pangdam XVIII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim memastikan seluruh skema pengamanan telah disiapkan secara matang.
Ia menyampaikan, personel yang bertugas diarahkan untuk mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Saya sudah perintahkan agar pengamanan dilakukan sesuai SOP dan tetap humanis. Jangan sampai ada tindakan yang menimbulkan kesan kurang baik di tengah masyarakat,” kata Amrin.
Sekadar diketahui, kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran di Biak Numfor diagendakan meninjau Sekolah Rakyat (SR) di Distrik Biak Timur.
Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 10 hektare dan dilengkapi fasilitas penunjang seperti asrama, makan, seragam, buku, hingga perangkat laptop.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
Program yang mulai berjalan pada 2025 ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam pemerataan kualitas sumber daya manusia, khususnya di wilayah Papua. (hsb)






