Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Puncak menyampaikan permintaan maaf kepada Pemda dan masyarakat Mimika, khususnya warga Distrik Kwamki Narama, yang terdampak konflik keluarga warganya selama kurang lebih empat bulan terakhir.
Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni menyampaikan konflik keluarga warga asal Kabupaten Puncak telah menimbulkan keresahan, mengganggu aktivitas warga dan situasi kamtibmas.
“Kami minta maaf kepada Pemda, masyarakat, serta aparat keamanan Mimika atas konflik keluarga warga kami dari Kabupaten Puncak yang sudah meresahkan dan mengganggu aktivitas warga serta kamtibmas,” kata Nenu Tabuni, Senin (12/1).
Ia menyampaikan, konflik tersebut murni konflik keluarga, bukan konflik antar suku.
“Ini konflik antar keluarga saja, bukan dengan suku lain. Mereka masyarakat kami dari Puncak, satu keluarga, bapak di sana, om di sini, anak di sana, saling baku tukar, mereka semua keluarga,” ujarnya.
Terkait rencana pemulangan warga ke Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni mengatakan, pihaknya masih harus berkoordinasi dengan Bupati Puncak karena hal tersebut menjadi kewenangan kepala daerah.
“Kami belum melakukan pendataan karena fokus utama saat ini perdamaian dulu. Nanti setelah itu baru kami data dan sampaikan kepada Bupati Puncak,” tuturnya.
Mengenai ganti rugi kerusakan akibat konflik, Sekda Puncak meminta warga terdampak untuk menyampaikan laporan resmi disertai bukti pendukung.
“Jika ada warga, termasuk dari suku lain yang rumahnya rusak, kami arahkan untuk menyampaikan laporan lengkap dengan bukti dan foto. Jika terbukti, akan ada tahapan pemulihan dari Pemerintah Kabupaten Puncak dan Mimika, dan pasti akan dibantu,” ungkapnya.(ron)






