Jayapura, fajarpapua.com — Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, memutuskan menutup sementara Hotel Mapia yang berada di Kabupaten Biak Numfor.
Keputusan tersebut diambil setelah Gubernur melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi hotel yang merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Papua.
Dari hasil peninjauan, Gubernur Fakhiri menilai kondisi bangunan dan fasilitas Hotel Mapia sudah tidak layak untuk beroperasi.
Oleh karena itu, hotel tersebut akan menjalani evaluasi serta pembenahan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik bangunan, kelengkapan fasilitas, hingga manajemen pengelolaan.
“Setelah melihat langsung kondisi aset ini, saya menilai Hotel Mapia sudah tidak layak. Bangunan dan fasilitasnya membutuhkan perbaikan besar agar bisa kembali berfungsi optimal dan memiliki daya saing,” ujar Fakhiri di Kota Biak, Senin (12/1).
Menurutnya, penutupan sementara Hotel Mapia merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua dalam menata dan mengoptimalkan aset daerah agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Revitalisasi Hotel Mapia diharapkan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Biak Numfor.
Gubernur Fakhiri juga menegaskan bahwa pemerintah tetap memperhatikan nasib para pegawai yang selama ini bekerja di Hotel Mapia.
Seluruh hak dan kewajiban terhadap pegawai akan diselesaikan sebelum proses penutupan sementara dilakukan.
“Kami pastikan seluruh kewajiban kepada pegawai akan diselesaikan. Setelah itu, tim percepatan akan bekerja untuk membenahi hotel ini secara komprehensif,” tegasnya.
Hotel Mapia sendiri merupakan salah satu aset bersejarah milik Pemerintah Provinsi Papua yang dibangun sejak era 1990-an dan pernah menjadi ikon perhotelan di Biak.
Namun seiring waktu, kurangnya perawatan menyebabkan kondisi hotel tertinggal dibandingkan dengan perkembangan fasilitas perhotelan lainnya di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen untuk mengelola seluruh aset daerah secara profesional dan berkelanjutan.
Diharapkan, setelah proses revitalisasi selesai, Hotel Mapia dapat kembali beroperasi sebagai penginapan yang representatif, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (hsb)






