Yahukimo, fajarpapua.com – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan klaim tanggung jawab atas peristiwa penikaman terhadap seorang pria yang disebut sebagai agen intelijen militer Indonesia di Pasar Baru, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Senin (12/1).
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut laporan tersebut berasal dari pimpinan TPNPB Kodap XVI Yahukimo.
Peristiwa penikaman terhadap Muhammad Syarif (31) yang hendak mengantar nasi kuning itu sendiri diklaim terjadi pada Senin pagi sekitar pukul 06.00 WIT.
TPNPB melalui pernyataan itu juga menyampaikan peringatan kepada aparat keamanan agar tidak melakukan tindakan balasan yang dapat berdampak pada warga sipil.
Selain itu, kelompok tersebut mengimbau masyarakat pendatang untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah Yahukimo seiring meningkatnya eskalasi keamanan.
Tidak hanya terkait insiden di Dekai, TPNPB juga menyampaikan sikap politiknya terhadap pemerintah pusat.
Mereka menilai agenda pembangunan dan kunjungan pejabat negara ke Papua dilakukan tanpa penyelesaian menyeluruh atas konflik bersenjata yang masih berlangsung.
TPNPB secara terbuka mengkritik rencana dan pelaksanaan kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia ke sejumlah wilayah di Papua.
Pernyataan tersebut juga memuat ancaman serius terhadap pejabat negara dan institusi pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI–Polri belum memberikan keterangan resmi terkait klaim TPNPB tersebut.
Aparat keamanan di wilayah Yahukimo dilaporkan meningkatkan pengamanan guna menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat sipil.
Pemerintah dan aparat keamanan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan situasi keamanan kepada pihak berwenang sesuai hukum yang berlaku. (mas)






