BERITA UTAMA

Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang Hilang Kontak Ditemukan di Kaki Gunung Bulusaraung, Pangkep

38
×

Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang Hilang Kontak Ditemukan di Kaki Gunung Bulusaraung, Pangkep

Share this article
Screenshot rekaman video penemuan puing pesawat

Pangkep, fajarpapua.com- Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dilaporkan telah ditemukan di kaki Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) sore.

Informasi penemuan pesawat tersebut pertama kali diketahui dari rekaman video seorang pendaki yang memperlihatkan serpihan pesawat dalam kondisi terbakar di kawasan pegunungan Bulusaraung.

iklan

Video tersebut beredar sekitar satu jam sebelum informasi ini dihimpun.
Menindaklanjuti temuan itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep langsung mengerahkan enam personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal dan membantu proses penanganan.

“Tim sudah berangkat sejak satu jam yang lalu,” kata Herianti Tualle dari BPBD Pangkep.

Sementara itu, Basarnas Makassar juga telah mengonsentrasikan operasi pencarian ke area sekitar lokasi penemuan pesawat.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan tim SAR telah diberangkatkan secara bertahap.

“Saat ini kami menuju ke lokasi di sekitaran Leang-Leang. Lima orang pertama untuk asesmen, disusul 15 personel, kemudian akan ditambah hingga 40 personel sesuai potensi yang ada,” ujarnya.

Pesawat ATR 42-500 tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1) pukul 13.17 WITA, saat terbang dari Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Data pelacakan penerbangan mencatat posisi terakhir pesawat berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Berdasarkan manifes awal, pesawat diketahui membawa 11 orang, terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai kondisi penumpang dan awak pesawat.

Medan di sekitar Gunung Bulusaraung yang berupa kawasan karst dan pegunungan terjal disebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam proses evakuasi dan penyisiran lanjutan.

Hingga malam, Basarnas, Kementerian Perhubungan, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab kecelakaan maupun hasil evakuasi.

Operasi pencarian dan penanganan di lokasi penemuan pesawat masih terus berlangsung.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *