BERITA UTAMAMIMIKA

Cegah Konflik Kwamki Narama Terulang, Bupati Puncak Larang Pria Dewasa ke Timika

96
×

Cegah Konflik Kwamki Narama Terulang, Bupati Puncak Larang Pria Dewasa ke Timika

Share this article
penyaluran bantuan beras dan minyak goreng di Gudang Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak, Kota Ilaga, Kamis (22/1).

Ilaga, fajarpapua.com– Bupati Puncak, Provinsi Papua Pegunungan, Elvis Tabuni, secara resmi mengeluarkan imbauan melarang pemuda dan pria dewasa asal Kabupaten Puncak bepergian ke Timika, Kabupaten Mimika, untuk sementara waktu.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah pencegahan agar konflik atau perang antarkelompok yang terjadi di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika tidak kembali terulang.

iklan

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Elvis saat ditemui awak media di sela-sela penyaluran bantuan beras dan minyak goreng di Gudang Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Puncak, Kota Ilaga, Kamis (22/1).

“Laki-laki saya tidak izinkan keluar dari Puncak ke Timika. Karena saya lihat beberapa kali perang di Timika itu semuanya dari Puncak, baik dari Ilaga, Beoga, maupun Sinak. Ibu-ibu boleh berangkat untuk keperluan belanja atau mengantar orang sakit, tetapi laki-laki normal jangan,” tegas Bupati Elvis.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan solusi jangka pendek guna mencegah potensi konflik susulan antarwarga asal Puncak yang bermukim di Timika.

Ia juga mengaku prihatin dan merasa bertanggung jawab atas dampak konflik yang terjadi di wilayah Kabupaten Mimika.

“Sebagai kepala daerah, saya malu. Bupati Mimika sering menyampaikan kepada kami, mengapa masyarakat Puncak tidak bisa dikendalikan. Kalau ada masalah di Timika, selesaikan di Timika. Kalau di Ilaga, selesaikan di Ilaga. Jangan datang dan tinggal lama di Timika lalu terlibat perang lagi,” ujarnya.

Bupati Elvis menegaskan larangan ini berlaku untuk seluruh distrik di Kabupaten Puncak, termasuk Ilaga, Gome, Sinak, Beoga, dan Bina.

Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan ketat terhadap mobilisasi warga laki-laki melalui bandara-bandara perintis.

“Saya tegaskan sekali lagi, laki-laki dari Puncak tidak saya izinkan ke Timika, kecuali karena alasan sakit. Itu pun harus diantar oleh istrinya,” kata Elvis.

Diketahui, pada awal Januari 2026 lalu, terjadi perang antarkelompok warga asal Kabupaten Puncak, yakni antara kubu Kewenggalen dan Dang, di Kwamki Lama, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Setelah melalui pendekatan berbagai pihak, konflik akhirnya berujung damai pada Senin (12/1/2026).

Perdamaian ditandai dengan ritual adat berupa belah kayu, patah panah, tukar babi, serta saling kunjung antar kedua kubu. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *