Timika, fajarpapua.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau, mewakili Bupati Mimika secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Jawa Madura Sunda (FORJAMAS) Kabupaten Mimika periode 2026–2031, di Gedung Graha Eme Neme Yauware, Selasa (27/1).
Pengukuhan pengurus FORJAMAS Mimika ditandai dengan pembacaan ikrar serta penyerahan bendera pataka FORJAMAS oleh Sekda Abraham Kateyau kepada Ketua FORJAMAS Mimika, H Bahroni.
Dalam sambutannya usai dikukuhkan, Ketua FORJAMAS Mimika H Bahroni menjelaskan bahwa FORJAMAS lahir dari diskusi santai atau ngopi bersama sejumlah tokoh masyarakat Jawa, Madura, dan Sunda di Mimika.
Dari diskusi tersebut kemudian lahir kesepakatan untuk membentuk sebuah forum bersama sebagai wadah komunikasi dan kebersamaan.
Menurutnya, dinamika kehidupan bermasyarakat menjadi latar belakang berdirinya FORJAMAS, baik dalam aspek sosial kesejahteraan, keagamaan, perekonomian, maupun perpolitikan.
“Kami bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Bupati Mimika, Sekda, jajaran pemerintah daerah, pihak keamanan, serta seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi kami untuk menjelaskan sejarah serta tujuan berdirinya FORJAMAS,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, FORJAMAS dibentuk sebagai wadah diskusi dan penyaluran aspirasi masyarakat Jawa, Madura, dan Sunda dengan visi mewujudkan masyarakat yang SOKEEMAPO (Sosial, Keagamaan, Ekonomi, Kemasyarakatan, dan Politik) yang berkeadilan serta sejahtera.
“Aspirasi yang masuk akan diklarifikasi, didiskusikan, disatukan persepsinya, lalu ditindaklanjuti atau direkomendasikan sebagai bentuk sinergi dalam keberagaman untuk menciptakan kondusivitas dan harmoni yang berkelanjutan,” jelasnya.
Untuk memaksimalkan visi dan misi tersebut, FORJAMAS Mimika akan memperkuat struktur organisasi dengan membentuk perwakilan hingga tingkat distrik serta kelurahan/kampung.
“Mari kita bergandengan tangan dan merapatkan barisan untuk menjaga, merawat, dan memperindah hunian kita bersama. Mimika adalah rumah kita,” tegas H Bahroni.
Sementara itu, Sekda Abraham Kateyau saat membacakan sambutan Bupati Mimika menyampaikan amanah yang diemban pengurus FORJAMAS merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai budaya, serta mempererat silaturahmi antarwarga.
Forum Jawa Madura Sunda dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah pemersatu berbagai latar belakang budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.
Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, toleransi, saling menghormati, dan kebersamaan menjadi modal sosial penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus FORJAMAS yang hari ini resmi dilantik,” kata Sekda.
Ia juga menegaskan lahirnya FORJAMAS merupakan hasil partisipasi aktif masyarakat Jawa, Madura, dan Sunda dalam dinamika sosial dan politik daerah, dengan kontribusi positif bagi proses demokrasi dan pembangunan yang inklusif.
“Forum ini diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah, memperkuat persatuan dan kesatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan sosial, budaya, dan kemasyarakatan,” ujarnya.
Sekda juga berpesan agar seluruh pengurus menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, integritas, serta semangat pengabdian, sekaligus menjadi teladan di tengah masyarakat.
Usai pengukuhan, tamu undangan disuguhkan hiburan seni budaya Jawa, Madura, dan Sunda, serta jamuan kuliner khas dari ketiga daerah tersebut dengan total sekitar 1.000 porsi makanan dan minuman.
Untuk diketahui, FORJAMAS Mimika dibentuk sebagai wadah silaturahmi, pelestarian budaya, serta penguatan persatuan di tengah keberagaman, dan bukan sebagai tandingan maupun pesaing organisasi atau kerukunan lain yang telah ada. (ron)




