Timika, fajarpapua.com – Bentrokan antar dua kelompok pemuda terjadi di Kompleks Pasar (Kompas) Wagete, Kampung Wagete I, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, Rabu (28/1).
Insiden berdarah ini mengakibatkan empat orang menjadi korban, dua di antaranya meninggal dunia akibat luka bacok.
Berdasarkan informasi yang diterima fajarpapua.com, peristiwa tersebut dipicu oleh aksi sekelompok pemuda yang diduga dalam pengaruh minuman keras (miras).
Kelompok tersebut diketahui melakukan pesta miras di kawasan Kompleks Pasar Wagete dan melakukan aksi pemalakan terhadap sejumlah warga dengan menggunakan senjata tajam.
Aksi tersebut memicu perlawanan dari warga yang merasa terancam, sehingga terjadi keributan.
Dalam situasi tersebut, warga berhasil memukul mundur kelompok pemuda yang dalam kondisi mabuk.
Namun, keributan tidak berhenti di lokasi awal. Kelompok pemuda yang diduga mabuk itu kemudian melarikan diri ke arah Kompleks Pasar Wagete dan menuju Jalan Wagete II, Distrik Tigi.
Di lokasi tersebut, para pelaku melakukan aksi pembacokan terhadap dua korban, yakni MR (38) dan LA (27), hingga keduanya meninggal dunia di tempat akibat luka parah.
Korban MR yang diketahui berprofesi sebagai guru, meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian belakang tubuh.
Sementara korban LA tewas setelah mengalami luka bacok serius di bagian belakang kepala.
Selain dua korban meninggal, pelaku juga melakukan pembacokan terhadap dua korban lainnya, yakni A (36) dan AR (36), di Kampung Atouda, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai.
Korban A mengalami luka bacok pada lengan kiri dalam kondisi sadar, sedangkan AR mengalami luka sobek pada bagian wajah kiri dan juga dalam kondisi sadar.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan setempat dilaporkan telah menangani kasus tersebut untuk mencegah meluasnya konflik dan mengamankan situasi di wilayah Wagete dan sekitarnya. (ron)



