Timika, fajarpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika memastikan aset daerah berupa pesawat Cessna Grand Caravan C208B EX dan helikopter Airbus H125 berada dalam kondisi baik dan siap untuk dioperasikan.
Saat ini, kedua armada udara tersebut masih berada di hanggar sambil menunggu operator yang memenuhi seluruh persyaratan teknis dan administratif.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Mimika, Abraham Kateyau, mengatakan seluruh persoalan terkait status aset pesawat dan helikopter telah diselesaikan dan kini sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Pesawat dan helikopter itu siap digunakan. Kondisinya baik dan sertifikatnya lengkap. Kendala yang ada sekarang hanya soal operator,” kata Abraham kepada wartawan, Rabu (4/2).
Ia menjelaskan, Pemkab Mimika sebelumnya telah membuka proses lelang untuk mencari operator pengelola armada udara tersebut.
Namun, dari dua perusahaan yang mendaftar, belum ada yang memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
“Setelah dilakukan evaluasi, ternyata masih ada kekurangan persyaratan. Karena itu, kita tidak bisa melanjutkan kontrak dan akan membuka pelelangan kembali sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Abraham menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat agar pesawat dan helikopter tersebut dapat segera dioperasikan.
Kehadiran armada udara dinilai sangat penting untuk mendukung pelayanan masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman, sekaligus menunjang mobilitas pemerintahan.
“Kalau sudah beroperasi, manfaatnya sangat besar. Selain membantu pelayanan masyarakat, juga berpotensi memberikan kontribusi bagi daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama menunggu proses pelelangan ulang, Pemkab Mimika tetap memastikan seluruh tahapan administratif dan teknis dipersiapkan secara matang agar pengelolaan aset daerah tersebut berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Dalam waktu dekat, pemerintah daerah juga akan menggelar rapat bersama tim teknis guna mematangkan seluruh persiapan sebelum pengumuman pelelangan operator kembali dilakukan.
“Kita punya tim khusus yang menangani ini. Setelah semua siap, kita umumkan. Begitu ada operator yang memenuhi syarat, kontrak bisa langsung berjalan,” terang Abraham.
Pemkab Mimika menargetkan operasional pesawat dan helikopter daerah tersebut dapat berjalan pada tahun 2026, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Mimika. (moa)







