Mimika, fajarpapua.com – Di balik tugas besar membina dan mengembangkan sumber daya manusia aparatur, Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Mimika justru menyisakan pemandangan yang mengundang tanya.
Bangunan yang mulai aktif digunakan sejak 2023 itu kini nyaris tak terlihat dari kejauhan. Rumput liar dan ilalang tumbuh tinggi menutup sebagian area halaman kantor.
Tak sedikit warga yang melintas mengaku sulit mengenali bahwa di balik semak tersebut berdiri kantor strategis yang mengurusi kebijakan teknis, pelaksanaan hingga evaluasi urusan kepegawaian dan pengembangan SDM aparatur di Kabupaten Mimika.
“Kalau bukan karena tahu lokasinya, mungkin orang tidak menyangka itu kantor pemerintahan,” ujar Sandra, seorang warga yang melintas, Senin (2/3).
Ironisnya, kantor yang berperan penting dalam membentuk kualitas aparatur sipil negara itu justru terlihat kurang terawat.
Tidak tampak papan nama yang mencolok atau penanda yang jelas. Dari kejauhan, bangunan tersebut bahkan lebih menyerupai gedung yang tak berpenghuni.
Padahal, BPKSDM merupakan salah satu perangkat daerah yang menjadi wajah manajemen kepegawaian daerah.
Di sanalah berbagai urusan pegawai diproses, mulai dari administrasi, pengembangan karier, hingga peningkatan kompetensi aparatur.
Kondisi ini pun memunculkan kritik sekaligus harapan dari masyarakat.
Mereka menilai, penataan lingkungan kantor pemerintahan bukan sekadar soal estetika, tetapi juga simbol keseriusan dan wibawa pelayanan publik.
“Kalau halaman saja tidak terurus, bagaimana masyarakat mau percaya pada pengelolaan SDM yang rapi dan profesional?” kritik Sandra.
Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan penataan dan perawatan lingkungan kantor.
Pembersihan rumput liar, pemasangan papan nama yang jelas, hingga penataan halaman dinilai penting agar kantor tersebut kembali mencerminkan marwah pelayanan publik.
Lebih dari sekadar bangunan, kantor pemerintahan merupakan simbol kehadiran negara di tengah masyarakat. Ketika wajahnya tampak tak terurus, yang tergerus bukan hanya rumput liar, tetapi juga kepercayaan publik. (moa)








Komentar (1)