BERITA UTAMAMIMIKANASIONAL

Tiga Seksi Dalam Satu Ruangan, Kantor Kelurahan Dingo Narama Dinilai Sudah Tidak Layak

336
×

Tiga Seksi Dalam Satu Ruangan, Kantor Kelurahan Dingo Narama Dinilai Sudah Tidak Layak

Share this article
Foto bersama kegiatan Musrembang di Kelurahan Dingo Narama

Timika, fajarpapua.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan mendesak yang selama ini belum terakomodir.

Seperti yang dilakukan di Kantor Kelurahan Dingo Narama, Selasa (3/3)

iklan

Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktovina Naa mengungkapkan, sedikitnya 76 usulan program diajukan dalam Musrenbang tahun ini. Sebagian besar bukan usulan baru, melainkan pengajuan ulang dari tahun-tahun sebelumnya yang hingga kini belum terealisasi.

“Ini bukan usulan baru. Ada beberapa tambahan, tetapi sebagian besar usulan lama yang belum terakomodir. Yang menjadi prioritas kami tetap mengusulkan kembali,” ujarnya.

Salah satu yang paling mendesak adalah pembangunan kantor kelurahan yang dinilai sudah tidak layak. Kondisi bangunan yang sempit dan terbatas membuat pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan maksimal.

“Saat ini tiga kepala seksi harus berbagi dalam satu ruangan. Jumlah staf kami ada 16 orang, belum termasuk petugas Dukcapil. Kondisi ini tentu tidak layak dan mengganggu kenyamanan pelayanan,” jelasnya.

Ia menekankan, lahan kantor merupakan milik Pemerintah Daerah dan tidak bermasalah secara administrasi. Meski luasnya terbatas, pihak kelurahan berharap bisa dibangun kantor dua lantai agar pelayanan lebih optimal.

Apalagi, Kelurahan Dingo juga melayani administrasi kependudukan (adminduk) tidak hanya bagi warga setempat, tetapi juga masyarakat dari wilayah sekitar. Hal ini sekaligus membantu mengurangi biaya transportasi warga yang harus mengurus dokumen ke tempat lain.

Selain kantor, persoalan drainase juga menjadi perhatian serius. Sejumlah titik di beberapa RT kerap mengalami genangan saat hujan turun.

“Di RT 05, RT 10, serta belakang RT 9 tembus RT 11, drainasenya sudah tidak layak. Hujan sedikit saja rumah warga tergenang. Kami harap ada pembangunan talud, terutama di belakang Kantor Pos dan sekitar Puskesmas,” katanya.

Tak hanya itu, penerangan jalan juga dinilai penting demi keamanan lingkungan. Menurutnya, beberapa jalur di wilayah tersebut masih gelap dan rawan pada malam hari.

Pada kesempatan itu, ia menyinggung soal masa jabatan pengurus RT yang telah berakhir. Pihak kelurahan masih menunggu petunjuk teknis dari pimpinan untuk pelaksanaan pemilihan yang baru.

“Sudah tiga bulan ini RT bertanya-tanya. Kami tidak bisa melangkahi aturan, jadi masih menunggu arahan pimpinan,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Oktovina juga mengungkapkan adanya peluang pengadaan lahan strategis yang saat ini ditawarkan oleh warga setempat. Lahan dan bangunan tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung berbagai kegiatan kelurahan, termasuk koperasi Merah Putih, Posyandu, program PKK, hingga kegiatan masyarakat lainnya.

“Tanah kosong di Dingo ini sulit. Ada warga yang siap melepas tanah dan bangunannya secara tunai kepada pemerintah. Kami berharap dinas terkait bisa mempertimbangkan pengadaan lahan ini untuk kepentingan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat,” harapnya.(moa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

📢 LAPOR FP