BERITA UTAMAMIMIKAPAPUA

Stok Beras di Gudang Bulog Mimika Aman untuk Kebutuhan Tiga Bulan

172
×

Stok Beras di Gudang Bulog Mimika Aman untuk Kebutuhan Tiga Bulan

Share this article
Kepala Kantor Perum Cabang Bulog Timika Dedy Wahyudi

Timika, fajarpapua.com) – Persediaan (stok) beras di gudang Perum Bulog Cabang Kantor Cabang Timika, Papua Tengah, sebanyak 1.600 ton, cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat hingga tiga bulan ke depan.

Kepala Kantor Perum Bulog Kantor Cabang Timika,Dedy Wahyudi di Timika, Jumat, menyebutkan jumlah tersebut merupakan stok beras medium.

iklan

“Dalam waktu dekat ini kami mendapatkan tambahan pengiriman 1.000 ton beras dari Pulau Jawa dan Makassar, masing-masing 500 ton,” kata Dedy.

Selain beras medium Perum Bulog Cabang Timika juga memiliki ketersediaan beras premium 13 ton.

“Beras premium saat ini juga kami datangkan dari Makassar 25 ton,” kata Dedy.

Dedy mengatakan Perum Bulog Cabang Timika saat ini juga sedang menjalankan tugas pemerintah dalam distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

“Per 1 Maret kemarin penugasan untuk tahun 2026 sudah kami dapatkan, dan kami langsung menjalankan pelaksanaan SPHP kemasan lima kilogram,” ujarnya.

Ia mengatakan penyediaan beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) senilai Rp13.500 per kilogram atau Rp67.500 per karung.

“Namun saat melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) kami jual dengan harga Rp63.000 sampai Rp65.000. Begitupun para mitra pedagang pengecer dan mitra GPM (Gerakan Pangan Murah) kami, termasuk TNI-Polri, menjualnya masih di bawah HET,” kata Dedy.

Ia mengatakan Perum Bulog Cabang Timika memiliki 57 mitra, baik itu Rumah Pangan Kita (RPK) maupun mitra lainnya yang tersebar di seluruh Mimika.

Para mitra tersebut menjual produk komersial Perum Bulog Timika, seperti beras premium, gula pasir, minyak goreng dan beras SPHP.

Beras SPHP yang saat ini beredar di pasar-pasar Mimika semuanya dipasarkan dari Bulog Timika dan dijual sesuai dengan HET.

“Mereka (mitra) mengambil di Bulog dengan harga gudang Rp58.000. Harga beli dan harga jual mereka sudah diatur, mereka menjual dengan harga eceran tertinggi Rp67.500, tetapi menjual di bawah itu juga diperbolehkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sesuai petunjuk teknis dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) setiap mitra Bulog hanya mengambil dan menjual beras SPHP sebanyak dua ton untuk satu kali pengambilan.

” Setelah habis terjual baru mereka mengambil lagi.Kami melihat tren di sini rata-rata mitra kami dalam satu minggu mengambil dua ton,” ujarnya.

Ia mengatakan pasaran beras SPHP di Mimika cukup diminati warga sehingga pihaknya selalu memastikan ketersediaan stok di gudang.

Dedy mengatakan pada bulan Ramadhan 1447 hijriah ini Perum Bulog Timika bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Mimika untuk melaksanakan GPM di sejumlah titik di wilayah Mimika.

“Hari ini kami melaksanakan GPM di SP 6, ini kali ke empat. Sebelumnya kami sudah melaksanakan di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, dan Kampung Limau Asri, Distrik Iwaka. Kami menyiapkan komoditas yang dibutuhkan,” kata Dedy.

Bulog Timika juga memiliki ketersediaan produk komersial lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan warga Mimika.

“Ketersediaan gula pasir 37 ton dan minyak goreng 1.220 liter. Untuk beras premium, gula pasir, dan minyak goreng merupakan penjualan komersial Bulog. Walaupun komersial, harga yang kami jual sesuai HET,” kata Dedy.(ant)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP