BERITA UTAMAKESEHATANMIMIKA

Mantan Direktur RSUD Mimika Sebut 6 Kebutuhan Dasar Rumah Sakit yang Tidak Boleh Habis, Ini Sederet Prestasi yang Berhasil Dicapai

950
×

Mantan Direktur RSUD Mimika Sebut 6 Kebutuhan Dasar Rumah Sakit yang Tidak Boleh Habis, Ini Sederet Prestasi yang Berhasil Dicapai

Share this article
Direktur lama RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu saat foto bersama Direktur baru dokter Faustina Burdam dan Asisten I Setda Mimika, Ananias Faot.

Timika, fajarpapua.com — Direktur lama RSUD Mimika dr. Antonius Pasulu, Sp.THT menekankan pentingnya menjaga enam kebutuhan dasar rumah sakit yang tidak boleh habis sebagai bagian dari tata kelola pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Dalam sambutannya saat acara Sertijab di RSUD Mimika, Selasa (7/4), ia menyebutkan enam kebutuhan tersebut meliputi obat-obatan, bahan habis pakai, air, listrik, makan minum pasien, serta gas medis.

iklan

“Ini yang selalu kami jaga selama ini. Tidak boleh habis di rumah sakit, karena ini menyangkut pelayanan langsung kepada pasien. Kalau hadapi situasi itu harus ada langkah mitigasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, selama menjabat sejak dilantik pada 13 Januari 2020, berbagai tantangan besar dihadapi baik dari sisi eksternal maupun internal. Salah satu tantangan terbesar adalah pandemi Covid-19 yang melanda dunia pada tahun 2020.

“Kita hadapi kepanikan luar biasa saat itu, tapi dengan dukungan semua stakeholder, kita bisa melewati dengan baik. Termasuk saat pelaksanaan PON 2021 dan Pesparawi yang juga berlangsung ditengah situasi Covid,” tuturnya.

Selain itu, tantangan internal juga tidak kalah besar, terutama dalam memastikan pelayanan berjalan sesuai standar secara cepat dan tepat.

“Kita harus memastikan teman-teman di lapangan siap bekerja dan semua kebutuhan tersedia,” katanya.

Ia menjelaskan, perubahan kelembagaan RSUD Mimika dari UPT menjadi UOBK serta penerapan pola pengelolaan BLUD memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan rumah sakit.

“Roh dari BLUD itu fleksibilitas, sehingga kita bisa bergerak lebih cepat dalam pelayanan,” bebernya.

Selama masa kepemimpinannya, sejumlah capaian berhasil diraih RSUD Mimika. Pada tahun 2021, RSUD Mimika meraih penghargaan sebagai pusat pelayanan kecelakaan kerja terbaik, mengungguli lima provinsi saat pelaksanaan PON.

Kemudian pada tahun 2023, RSUD Mimika berhasil meraih akreditasi paripurna, yang akan kembali dilakukan penilaian pada September 2026.

Selain itu, RSUD Mimika juga telah menerapkan rekam medik elektronik sejak lebih dari satu tahun terakhir dan mendapatkan pengakuan sebagai rumah sakit yang tidak mendapat sanksi.

“Kita juga meraih peringkat tiga untuk Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit,” ucapnya.

Inovasi lain yang dikembangkan diantaranya sistem pendaftaran online rawat jalan “Sipoli” yang meraih juara lima lomba inovasi daerah tahun 2025.

Tak hanya itu, inovasi “Sa Antar Ko” yang ditujukan bagi pasien Orang Asli Papua (OAP) juga berhasil meraih peringkat pertama dari Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia.

Dari sisi infrastruktur, ia mengungkapkan RSUD Mimika telah menyiapkan master plan pengembangan, termasuk pembangunan gedung dua lantai yang saat ini sedang berjalan.

“Kita boleh bangga, ruang operasi dan ICU kita termasuk yang terbaik di Tanah Papua,” katanya.

Jumlah sumber daya manusia di RSUD Mimika saat ini mencapai 804 pegawai, yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, paramedis, serta tenaga umum.

Dari sisi pendapatan, RSUD Mimika juga mencatat peningkatan signifikan. Pada tahun 2019 pendapatan sebesar Rp27 miliar, meningkat menjadi Rp37 miliar pada 2020, dan mencapai rekor tertinggi Rp122,3 miliar pada tahun 2025.

“Kita tetap orientasi pelayanan, tapi di dalamnya ada proses bisnis yang sehat,” pungkasnya.

Saat ini, pengembangan rumah sakit difokuskan pada peningkatan ruang rawat inap, ICU, serta fasilitas penunjang lainnya guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.(red)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP