Lewati ke konten utama

OJK: Kredit Investasi Papua Selatan Capai Rp8,72 T hingga Agustus

Redaksi Fajar PapuaPenulis
08.55 WIT2 menit baca42 dibaca
Kantor OJK Papua di Kota Jayapura
Kantor OJK Papua di Kota JayapuraFoto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com- Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua menyebut penyaluran kredit investasi di Papua Selatan mencapai Rp8,72 triliun hingga Agustus 2026, dan menjadi jenis kredit dengan nilai penyaluran terbesar dibandingkan kredit konsumsi dan modal kerja.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Papua Yosua Rinaldy di Jayapura, Minggu, mengatakan tingginya penyaluran kredit investasi sejalan dengan banyaknya program pembangunan yang berjalan di Papua Selatan.

“Untuk itu kredit investasi pada Papua Selatan mencapai Rp8,72 triliun, sedangkan kredit konsumsi sebesar Rp3,37 triliun dan kredit modal kerja Rp3,12 triliun,” katanya.

Menurut Yosua, memang pada dasarnya kredit investasi umumnya memiliki jangka waktu lebih panjang dan digunakan untuk membiayai kebutuhan pembangunan, termasuk infrastruktur. Sementara kredit modal kerja digunakan mendukung kebutuhan operasional usaha.

"Dari sisi sektoral, penyaluran kredit di Papua Selatan masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan pangsa mencapai 54,76 persen," ujar dia.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa sektor tersebut juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 145,23 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), dengan aktivitas ekonomi dan pembangunan yang berkembang di wilayah tersebut.

"Pertumbuhan kredit yang tinggi turut mendorong rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Papua Selatan mencapai 159,59 persen. Di mana lonjakan LDR ini terjadi karena laju pertumbuhan kredit jauh melampaui pertumbuhan Dana Pihak Ketiga atau DPK yang cenderung stabil,” katanya.

Dia menambahkan LDR yang berada di atas 100 persen tidak serta-merta menunjukkan adanya defisit pendanaan di daerah. Kondisi tersebut mencerminkan ekspansi kredit yang turut ditopang permodalan dan likuiditas dari kantor pusat perbankan terkait.

"Sementara itu, secara keseluruhan wilayah pengawasan OJK Provinsi Papua yang meliputi Papua, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, penghimpunan DPK juga menunjukkan pertumbuhan positif hingga Agustus 2026. Seperti tabungan masyarakat meningkat dari Rp26,81 triliun pada Agustus 2025 menjadi Rp27,24 triliun pada Agustus 2026. Deposito naik dari Rp16,57 triliun menjadi Rp17,46 triliun, sedangkan giro meningkat dari Rp8,3 triliun menjadi Rp8,53 triliun," ujar dia.(Ant)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.