Timika, fajarpapua.com – Sopir Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Dogiyai, Dadang Setiawan, menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Tokapo, Kampung Ikebo, Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Senin (5/10) sekitar pukul 10.00 WIT.
Kapolres Dogiyai Kompol Dr. Piter Kendek mengatakan, korban mengalami sejumlah luka akibat serangan tersebut dan telah mendapatkan penanganan medis.
“Korban mengalami luka robek pada pipi bagian kanan dan kiri, lengan kanan bagian bawah, tangan kanan, serta pergelangan tangan kanan,” kata Piter kepada wartawan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah seorang saksi melihat korban berlari dari arah depan Bandara menuju tempat saksi berjualan dalam kondisi terluka dan wajah berlumuran darah.
Melihat kondisi korban, saksi kemudian memberikan pertolongan dengan membonceng korban menggunakan sepeda motor menuju klinik milik saksi.
Karena keterbatasan peralatan medis, korban kemudian dibawa ke Klinik K12 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah mendapat penanganan awal, korban dirujuk ke RSUD Kabupaten Paniai dengan pengawalan anggota Polri.
“Setelah penanganan awal dilakukan, korban langsung kita rujuk ke RSUD Kabupaten Paniai dengan pengawalan anggota Polri,” jelasnya.
Menerima laporan kejadian tersebut, personel Regu Patroli Polres Dogiyai langsung mendatangi lokasi kejadian. Tim dipimpin Wakapolres Dogiyai AKP Andi Mapparewe, Kasat Reskrim Ipda Almon J. Marpaung dan Danki Brimob Yon A Polda Papua Barat Ipda Purwito.
Kapolres mengatakan, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendapatkan petunjuk terkait identitas pelaku.
“Personel saat ini masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk mencari petunjuk untuk dapat mengidentifikasi pelaku,” ujar Piter.
Hingga kini, identitas pelaku maupun motif pembacokan masih belum diketahui. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk mengungkap latar belakang aksi kekerasan tersebut.
Piter mengatakan, kondisi korban yang cukup parah menjadi salah satu kendala dalam proses penyelidikan karena korban belum dapat memberikan keterangan kepada polisi.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kejadian dan motifnya. Korban saat ini masih dalam kondisi cukup parah sehingga belum dapat memberikan keterangan,” katanya.
Kapolres menegaskan, kepolisian akan terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan memastikan kasus tersebut diproses sesuai ketentuan hukum.
“Kepolisian akan terus bekerja keras untuk mengungkap kasus ini,” tegasnya. (ron)









