Lewati ke konten utama

Rumah Sayur Jadi Langkah Jemaat GPDP Mimika Dorong Kemandirian Ekonomi

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.07 WIT2 menit baca104 dibaca
Rumah Sayur Kelompok Tani Jemaat Semua Umat di lingkungan Gereja GPDP Jalan Lanal, Mimika.
Rumah Sayur Kelompok Tani Jemaat Semua Umat di lingkungan Gereja GPDP Jalan Lanal, Mimika.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Gereja GPDP Jemaat Semua Umat mulai mendorong kemandirian ekonomi jemaat melalui pengembangan sektor pertanian. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengembangkan Rumah Sayur oleh Kelompok Tani Jemaat Semua Umat di lingkungan gereja di Jalan Lanal, Mimika.

Pertanian tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan bercocok tanam, tetapi juga menjadi wadah bagi jemaat untuk meningkatkan keterampilan, produktivitas sekaligus mendukung perekonomian gereja.

Upaya itu ditandai dengan kegiatan penyuluhan budidaya pertanian dan panen seledri bersama penyuluh pertanian, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan penyuluh dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika serta Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Tengah.

Dalam penyuluhan itu, anggota kelompok tani mendapatkan pembekalan mengenai teknik budidaya seledri, perawatan tanaman, hingga pengelolaan dan pemasaran hasil pertanian.

Ketua Kelompok Tani Jemaat Semua Umat, Pdt. Johan O. Wambrauw, mengatakan pembentukan kelompok tani merupakan bagian dari upaya gereja membuka ruang bagi jemaat untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

“Kelompok pertanian ini kami dirikan sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan bercocok tanam bagi jemaat gereja, sekaligus untuk bantu-bantu ekonomi gereja,” kata Johan.

Ia menjelaskan, seledri menjadi salah satu komoditas yang saat ini dikembangkan oleh kelompok tani. Hasil panen akan terus dikembangkan agar aktivitas pertanian di lingkungan gereja dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Menurut Johan, Rumah Sayur juga menjadi sarana pembelajaran bagi jemaat, mulai dari proses menghasilkan tanaman hingga mengelola hasil panen agar memiliki nilai jual.

Usai penyuluhan dan panen, Johan menyampaikan sejumlah kebutuhan kelompok kepada para penyuluh. Kebutuhan tersebut diantaranya peralatan pertanian, bibit dan pupuk untuk mendukung pengembangan serta peningkatan produktivitas lahan.

“Tadi setelah penyuluhan dan panen bersama, saya juga sempat sampaikan kepada Bapak dan Ibu penyuluh untuk bantu kebutuhan kelompok. Kami berharap bisa dibantu peralatan, bibit, sama pupuk,” ujarnya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat memperkuat aktivitas kelompok tani sehingga kedepan mampu menjadi salah satu sumber pendapatan yang menopang kegiatan gereja.

“Kami rencananya akan pakai bantuan itu untuk kembangkan kelompok tani ini supaya bisa jadi salah satu penopang ekonomi gereja,” tuturnya.

Johan juga berharap dukungan pemerintah daerah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mimika serta Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Papua Tengah dapat terus berlanjut.

Menurutnya, pendampingan penyuluh sangat dibutuhkan agar kelompok tani tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi dapat berkembang hingga tahap pengelolaan dan pemasaran hasil pertanian.

Melalui pengembangan Rumah Sayur, Kelompok Tani Jemaat Semua Umat berharap lahan di lingkungan gereja dapat terus produktif sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi jemaat.