Timika, fajarpapua.com – Penguatan Posyandu di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintahan distrik, kampung, dan kelurahan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan masyarakat berjalan optimal dan sesuai kebutuhan setiap wilayah.
Hal itu ditegaskan Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, saat membuka Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Penyusunan Keputusan tentang Tim Pembina Posyandu di salah satu hotel di Timika, Jumat (9/10/2026).
Marselino mengatakan, kondisi geografis dan beragamnya akses pelayanan di Mimika membutuhkan sistem pembinaan Posyandu yang terkoordinasi. Tim pembina di setiap jenjang diharapkan tidak sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan di lapangan dan memastikan kebutuhan masyarakat ditindaklanjuti.
Dalam bidang kesehatan, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas akan memberikan dukungan teknis pelayanan bagi ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
Namun, dukungan tersebut perlu diperkuat melalui keterlibatan pemerintah distrik, kampung, kelurahan, kader Posyandu, serta perangkat daerah terkait.
Marselino menjelaskan, berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, pelayanan Posyandu tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial.
Karena itu, rapat koordinasi tersebut diarahkan untuk menyusun keputusan Tim Pembina Posyandu dengan pembagian peran yang jelas, termasuk menetapkan penanggung jawab dan jadwal tindak lanjut.
Ia berharap penguatan kelembagaan Posyandu dapat diikuti dengan peningkatan kapasitas kader serta dukungan pelayanan yang berkelanjutan.
“Pembinaan Posyandu perlu berjalan bersama pemerintah distrik, kampung, kelurahan, kader, dan perangkat daerah terkait agar masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih terarah,” tegas Marselino.









