Lewati ke konten utama

Dinas Kesehatan Mimika Dorong Warga Cegah Malaria Sebelum Jatuh Sakit, Marselino : Sekarang Fokus Benahi Internal

Redaksi Fajar PapuaPenulis
19.45 WIT3 menit baca128 dibaca
Plh Kadinkes Mimika Marselino Mameyau mendorong penguatan edukasi dan pencegahan malaria sejak dini guna menekan penularan dan mencapai target eliminasi malaria 2030.
Plh Kadinkes Mimika Marselino Mameyau mendorong penguatan edukasi dan pencegahan malaria sejak dini guna menekan penularan dan mencapai target eliminasi malaria 2030.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau menekankan pentingnya langkah pencegahan malaria sejak dini agar masyarakat tidak hanya bergantung pada pengobatan setelah terserang penyakit tersebut.

Ia menyatakan, penanganan malaria tidak boleh hanya berfokus pada pengobatan ketika warga sudah jatuh sakit. Upaya pencegahan harus dilakukan lebih awal dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Hal itu disampaikan Marselino saat diwawancarai awak media, Kamis pekan lalu.

Menurut dia, tingginya beban malaria di Mimika membutuhkan langkah penanganan yang lebih terarah, konsisten, dan berkelanjutan. Masyarakat perlu mendapatkan informasi kesehatan yang mudah dipahami agar mampu melindungi diri dan keluarga dari risiko penularan.

“Mimika tinggi, penyumbang terbanyak. Jadi salah satu target eliminasi malaria,” ujarnya.

Ia menilai edukasi mengenai malaria perlu diperkuat melalui fasilitas pelayanan kesehatan, sekolah, kader kesehatan, komunitas, tempat kerja, media, hingga berbagai ruang publik.

Informasi tentang pencegahan gigitan nyamuk, pengenalan gejala, pemeriksaan dini, serta kepatuhan menjalani pengobatan harus disampaikan secara berkesinambungan.

Dengan demikian, kata dia, pencegahan malaria tidak hanya dilakukan ketika kasus meningkat, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain malaria, Marselino menyebut kabut asap, stunting, dan tuberkulosis sebagai sejumlah persoalan kesehatan yang turut menjadi perhatian. Namun, tingginya beban malaria membuat pengendalian penyakit tersebut membutuhkan kerja bersama yang lebih intensif.

# Benahi Internal Dinas Kesehatan

Di awal masa tugasnya, Marselino juga memprioritaskan pembenahan internal Dinas Kesehatan Mimika. Menurutnya, penguatan manajemen dan koordinasi antarbidang menjadi fondasi penting agar pelaksanaan program kesehatan berjalan efektif dan terarah.

“Saya harus perbaiki dulu. Saya kembalikan roh Dinas Kesehatan dulu. Setelah itu baru saya bergerak keluar,” katanya.

Pembenahan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi seluruh bidang sehingga berbagai program kesehatan, termasuk pengendalian malaria, dapat dijalankan secara optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

# Eliminasi Malaria 2030 Butuh Kerja Bersama

Marselino menegaskan, target eliminasi malaria pada 2030 bukan tanggung jawab satu pejabat atau satu instansi semata. Dukungan tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dunia usaha, sekolah, media, dan seluruh lapisan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan upaya tersebut.

Ia mengajak masyarakat Mimika mengambil peran aktif dalam pencegahan malaria, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi risiko gigitan nyamuk, hingga segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada malaria.

“Mari satukan langkah dan buktikan bahwa Mimika bisa bebas malaria. Keberhasilan itu bukan karena saya, tetapi karena kita bekerja bersama dan dibantu oleh masyarakat Mimika,” tegasnya.

Melalui edukasi berkesinambungan, pencegahan yang konsisten, penemuan kasus secara dini, serta pengobatan yang tepat, Mimika diharapkan mampu menekan penularan dan mempercepat pencapaian target eliminasi malaria pada 2030.