Timika, fajarpapua.com – Enam orang yang terdiri dari lima anak buah kapal (ABK) dan seorang penumpang berhasil selamat setelah KM Citra Harapan tenggelam di perairan Yapero, Selasa (13/10) malam. Mereka bertahan di laut selama berjam-jam sebelum akhirnya ditemukan dan dievakuasi.
Keenam korban ditemukan oleh penumpang longboat yang berlayar dari Timika menuju Fakafuku sambil membawa tim medis. Informasi penemuan tersebut diterima Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Mimika pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIT.
Kepala Satpolairud Polres Mimika, Iptu Kristian Psakor, S.H., menjelaskan para korban ditemukan dalam kondisi terombang-ambing di perairan Yapero setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam.
“Kami menerima laporan dari salah satu longboat yang berangkat dari Timika tujuan Fakafuku dengan membawa tim medis. Mereka menemukan enam orang yang terombang-ambing di perairan Yapero,” ujar Kristian saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Setelah ditemukan, para korban dipindahkan ke kapal nelayan yang sedang melakukan aktivitas penangkapan ikan. Mereka kemudian dibawa menggunakan KM Inkamina menuju Muara Pomako.
Mendapatkan informasi tersebut, personel Satpolairud Polres Mimika yang dipimpin langsung Iptu Kristian bergerak menuju Muara Pomako untuk menjemput keenam korban.
Selanjutnya, mereka dibawa ke Kantor Satpolairud Polres Mimika untuk pendataan dan penanganan awal. Polisi juga telah berkoordinasi dengan tim SAR gabungan terkait insiden tersebut.
Kristian mengungkapkan, KM Citra Harapan sebelumnya berlayar dari Timika menuju Asmat dengan membawa muatan material bangunan berupa semen, besi, dan pasir.
Namun, saat melintasi perairan Yapero, kapal mengalami kebocoran pada lambung kiri serta bagian bawah lumas di sekitar kemudi atau baling-baling. Kondisi tersebut mengakibatkan air laut masuk ke dalam kabin kapal.
Para ABK sempat berusaha memutar balik kapal untuk kembali ke daratan. Namun, upaya tersebut gagal karena air terus masuk dan tidak dapat dikeluarkan menggunakan mesin pompa yang tersedia di kapal.
“Terjadi kebocoran di lambung kiri kapal dan di bawah lumas kemudi atau baling-baling. Mereka sempat putar balik, namun tidak sampai ke daratan karena debit air yang masuk ke dalam kabin kapal tidak bisa dipompa keluar,” jelasnya.
Kapal akhirnya tenggelam bersama muatan yang dibawanya. Meski demikian, seluruh orang yang berada di atas kapal berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Pemilik kapal mengalami kerugian material akibat tenggelamnya KM Citra Harapan beserta seluruh muatannya.
Setelah tiba di Kantor Satpolairud Polres Mimika, keenam korban diberikan makanan dan minuman untuk memulihkan kondisi mereka setelah berada di laut dalam waktu lama.
Kristian menyebutkan, berdasarkan keterangan yang diterima, para korban tidak mendapatkan makanan selama berada di laut sebelum ditemukan.
“Untuk sementara, keenam korban sudah berada di kantor Polairud. Kami sudah mendata mereka dan memberikan makan karena mereka sudah dua hari tidak makan,” pungkasnya.(ron)















