Lewati ke konten utama

TPA Iwaka Timika Terbakar, Asal Mula Api Belum Diketahui

Redaksi Fajar PapuaPenulis
13.29 WIT2 menit baca190 dibaca
Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaranFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (15/10) dini hari. Meski api berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Jeffri Deda, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sejumlah pemulung yang sedang mencari botol bekas di sekitar lokasi pembuangan sampah.

Saat melihat api masih kecil, para pemulung berupaya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan yang berjaga di TPA. Namun, laporan itu disebut tidak segera ditindaklanjuti hingga api semakin membesar.

Petugas kemudian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika untuk melakukan pemadaman.

“Pemulung-pemulung yang sedang mencari botol bekas di situ menyampaikan kepada security di TPA, tetapi tidak direspons. Setelah api semakin besar, baru mereka merespons dan memanggil BPBD,” kata Jeffri, Kamis (15/10/2026).

Tim BPBD selanjutnya melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 05.00 WIT. Petugas kembali melakukan pengecekan di lokasi sekitar pukul 07.00 WIT untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang tersisa.

Jeffri memastikan kebakaran tersebut tidak sampai menghanguskan fasilitas milik DLH yang berada di kawasan TPA. Meski demikian, kejadian ini menjadi perhatian karena timbunan sampah di lokasi tersebut didominasi material plastik.

Pembakaran sampah plastik dikhawatirkan menghasilkan asap yang mengandung zat berbahaya dan berpotensi menurunkan kualitas udara serta mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar kawasan TPA.

“Tempat pembuangan itu penuh dengan sampah, didominasi oleh sampah plastik. Kalau terbakar, asapnya lebih berbahaya karena berasal dari plastik dan bahan kimia,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, Jeffri mengatakan DLH belum melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api yang memicu kejadian tersebut.

Informasi sementara yang diterima hanya berasal dari keterangan pemulung yang melihat api ketika masih kecil. Namun, belum ada kepastian mengenai faktor yang menyebabkan api muncul hingga akhirnya membesar.

“Belum diketahui sumber apinya. Laporan dari pemulung hanya menyampaikan bahwa ada api menyala ketika masih kecil. Kami belum melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api tersebut,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian terhadap pentingnya respons cepat petugas dalam menangani laporan awal kebakaran, terutama di kawasan penampungan sampah yang memiliki banyak material mudah terbakar.

Selain memastikan kondisi lokasi benar-benar aman, penelusuran penyebab kebakaran diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi di TPA Iwaka. (ron)