Lewati ke konten utama

Razia Pekat di Nabire, Polisi Sita Sajam, Miras dan 15 Sepeda Motor, 3 Orang Diamankan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
17.44 WIT2 menit baca64 dibaca
Polisi memeriksa setiap pengendara saat operasi Pekat di Nabire
Polisi memeriksa setiap pengendara saat operasi Pekat di NabireFoto / Papua Tengah
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar razia penyakit masyarakat (Pekat) di depan Pos Kota, Jalan R.E. Martadinata, Kelurahan Oyehe, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Sabtu (17/10/2026) malam.

Razia yang dipimpin Karo Ops Polda Papua Tengah Kombes Pol. Adnan Ratmoro bersama Dirreskrimum Polda Papua Tengah Kombes Pol. Asep Sayidi Wijaya itu berlangsung selama dua jam. Petugas memeriksa pengendara beserta barang bawaan mereka.

Operasi tersebut merupakan bagian dari Operasi Pekat Noken 2026 yang digelar Polda Papua Tengah untuk menekan berbagai bentuk penyakit masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry H. Manurung, mengatakan razia tersebut merupakan upaya kepolisian menindak berbagai pelanggaran yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Razia ini dilaksanakan dalam rangka Operasi Pekat Noken 2026. Kami melakukan penindakan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat, termasuk kepemilikan senjata tajam, peredaran minuman keras, serta aktivitas perjudian,” ujarnya.

Dari hasil razia, petugas menyita sejumlah senjata tajam, terdiri atas dua parang, tiga pisau, dua sangkur, satu celurit, sembilan badik, dan dua ketapel.

Petugas juga menemukan minuman keras berupa empat botol cap tikus, dua jeriken dan 10 botol BOBO, serta tiga botol bir Bintang.

Selain itu, sebanyak 15 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan turut diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam razia tersebut, polisi juga mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam peredaran togel.

Henry mengatakan dugaan kasus togel tersebut masih didalami penyidik. Pihaknya belum menyampaikan secara terperinci identitas orang yang diamankan maupun konstruksi perkara tersebut.

“Hari ini kami juga berhasil mengungkap dugaan peredaran togel. Untuk data lengkapnya nanti akan kami sampaikan karena saat ini masih dalam proses pendalaman oleh penyidik,” katanya.

Ia mengatakan Operasi Pekat Noken 2026 merupakan bagian dari upaya Polda Papua Tengah mencegah berbagai aktivitas yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.

“Kami akan terus melakukan penindakan terhadap kepemilikan senjata tajam yang melanggar ketentuan, peredaran minuman keras, dan praktik perjudian. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Polda Papua Tengah juga mengajak masyarakat berperan aktif membantu kepolisian dengan melaporkan aktivitas mencurigakan maupun tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Melalui Operasi Pekat Noken 2026, kami berkomitmen meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyakit masyarakat demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Papua Tengah,” pungkasnya. (ron)