Lewati ke konten utama

Demi Kurangi Asap, Relawan Mimika Respon Cepat Turun Langsung Bantu Tangani Karhutla di Merauke

Redaksi Fajar PapuaPenulis
07.08 WIT3 menit baca163 dibaca
Lima personel Relawan Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika bersama Relawan Mimika Respon Cepat yang dipimpin Arie Agung Perdana berjibaku bersama petugas Pemkab Merauke dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Lima personel Relawan Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika bersama Relawan Mimika Respon Cepat yang dipimpin Arie Agung Perdana berjibaku bersama petugas Pemkab Merauke dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Merauke, fajarpapua.com – Sebanyak lima personel Relawan Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika bersama Relawan Mimika Respon Cepat turun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Kelima personel tersebut dipimpin Komandan Mimika Respon Cepat, Arie Agung Perdana, yang juga menjabat Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Kebencanaan Baznas Mimika.

Mereka berjibaku bersama petugas Pemerintah Kabupaten Merauke dalam upaya menangani kebakaran yang juga berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat di Timika.

Di tengah keterbatasan armada pemadam kebakaran yang tersedia, para personel mengandalkan semangat juang, kerja sama, serta koordinasi lintas tim untuk mendukung upaya pemadaman di lapangan.

Kehadiran relawan asal Mimika ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Merauke yang terdampak karhutla. Mereka merasa terpanggil untuk ikut membantu, sekaligus berharap langit di wilayah Papua Selatan dan Mimika kembali biru dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.

Arie Agung Perdana mengatakan, aksi kemanusiaan itu dilandasi semangat solidaritas antardaerah. Menurutnya, bencana kebakaran hutan dan lahan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu wilayah, melainkan membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama.

Dampak karhutla yang meluas juga menjadi perhatian para relawan. Asap yang terbawa hingga ke wilayah lain dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari proses belajar mengajar di sekolah hingga mobilitas transportasi udara.

Selain itu, paparan asap berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan rentan.

Karena itu, upaya penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan masyarakat dari dampak asap serta pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.

Relawan Mimika Respon Cepat selama ini juga aktif mendukung Pemerintah Kabupaten Mimika dalam kegiatan pencegahan dan penanganan karhutla di wilayah Mimika. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para personel untuk turut membantu penanganan kebakaran di Merauke.

Keterlibatan relawan dari Mimika diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan kolaborasi antardaerah dalam menghadapi bencana. Sinergi antara pemerintah daerah, petugas lapangan, lembaga kebencanaan, dan relawan menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan serta meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat.

Di tengah situasi yang menantang, para relawan terus berupaya memberikan kontribusi sesuai kemampuan di lapangan. Bagi mereka, keselamatan masyarakat dan pemulihan lingkungan menjadi tujuan utama dari aksi kemanusiaan tersebut.

Para relawan berharap kebakaran hutan dan lahan di Merauke dapat segera dikendalikan, kualitas udara kembali membaik, kegiatan pendidikan berlangsung normal, serta masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas tanpa terganggu asap karhutla.

Semangat yang dibawa para relawan dari Mimika menjadi pengingat, kepedulian dan kerja sama lintas daerah sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana yang dampaknya dapat dirasakan hingga jauh dari lokasi kebakaran.(fan)