BERITA UTAMAKESEHATANMIMIKA

Puskesmas Timika Tangani 7.233 Kasus Malaria pada 2025, Kebun Siri Tempati Urutan Teratas

165
×

Puskesmas Timika Tangani 7.233 Kasus Malaria pada 2025, Kebun Siri Tempati Urutan Teratas

Share this article
Kepala Puskesmas Timika Moses Untung

Timika, fajarpapua.com – Puskesmas Timika di Kota Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mencatat telah menangani 7.233 kasus malaria selama 2025.

​Kepala Puskesmas Timika, Moses Untung di Timika, Selasa, mengatakan kasus malaria menjadi kasus tertinggi yang ditangani Puskesmas Timika.

iklan

​”Kami melakukan pemeriksaan terhadap 411.768 pasien pada 2025, dari jumlah itu sebanyak 7.233 pasien positif malaria,” kata Moses.

​Ia mengatakan angka kasus malaria pada 2025 tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.

Peningkatan kasus ini terjadi karena cakupan pemeriksaan malaria pada 2025 lebih tinggi dibandingkan 2024 sehingga jumlah kasus yang ditemukan juga lebih banyak.

​Moses menjelaskan selain faktor lingkungan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kepatuhan pasien malaria meminum obat hingga tuntas juga masih sangat rendah.

​Moses mengatakan saat melakukan pemeriksaan, petugas memberikan kuesioner untuk diisi oleh pasien. Dari kuesioner tersebut ditemukan sekitar 80 persen pasien mengaku pernah terkena malaria dalam tiga bulan sebelumnya dan tidak mengonsumsi obat malaria hingga tuntas.

​Puskesmas Timika memiliki wilayah kerja di lima kelurahan satu kampung di Distrik Mimika Baru meliputi Kelurahan Kebun Siri, Kwamki Baru, Koperapoka, Dinggo Narama, Otomona dan Kampung Nayaro.

​Kelurahan Kebun Siri menjadi wilayah yang jumlah kasus malaria sangat tinggi di tahun 2025 sebanyak 3.732, menjadi menyumbang 30 persen kasus malaria di wilayah kerja Puskesmas Timika.

​Ia mengatakan pada 2026, upaya untuk menekan kasus malaria terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Program Tanggulangi Eliminasi Malaria melalui Periksa Darah, Obati, dan Awasi Kepatuhan Pengobatan Sampai Tuntas (Tempo Kas Tuntas).

​”Tahun ini kami lanjutkan, targetnya dua juta pemeriksaan malaria untuk seluruh Mimika,” ujarnya.

​Upaya mengeliminasi malaria melalui pengendalian vektor nyamuk juga terus dilakukan dengan memetakan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk di Mimika. Selain penyakit malaria, Puskesmas Timika juga menangani penyakit menular lain yang cukup tinggi kasusnya.

​Ia menyebut kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi kasus tertinggi kedua setelah malaria. Total kasus yang ditangani pada 2025 sebanyak 3.890 kasus, disusul kasus Tuberkulosis (TBC) sebanyak 400 kasus.

​Selain penyakit menular, penyakit tidak menular yang ditangani pada 2025 yakni hipertensi sebanyak 1.624 kunjungan dan diabetes mellitus (kencing manis) sebanyak 1.333 kasus.(ant)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP