BERITA UTAMAMIMIKAOLAHRAGA

DLH Mimika: Pengelolaan Sampah Plastik Butuh Tambahan Mesin di PDU

385
×

DLH Mimika: Pengelolaan Sampah Plastik Butuh Tambahan Mesin di PDU

Share this article
Karyawan PDU Mimika sedang mecetak paving blok dari olahan sampah plastik yang telah dilelehkan melalui mesin pemanas di Timika

Timika, fajarpapua.com- Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Papua Tengah Jefri Deda mengatakan prosese pnanganan pengelolaan sampah plastik di daerah itu membutuhkan tambahan mesin pengolahan di Pusat Daur Ulang (PDU) sampah Mimika.

Ketika dikonfirmasi di Timika, Selasa, ia mengatakan saat ini PDU Mimika hanya memiliki satu unit mesin pembakar sampah plastik berkapasitas kecil dan tiga unit mesin pencetak sampah plastik yang diolah menjadi paving block.

iklan

“Jumlah itu masih sangat kurang dan harus ditambah lagi mesin pencetak sampah menjadi paving block,” kata Jefri.

Ia mengatakan, dengan mesin yang ada saat ini, PDU Mimika hanya mampu mengolah sekitar dua ton sampah menjadi 200 batang paving block per hari dan itu tidak mampung mengurangi jumlah sampah plastik di Mimika.

“Satu hari Mimika menghasilkan sekitar 90 ton sampah. Sekitar 80 persen merupakan sampah plastik. Kalau hanya dikelola dua ton, maka sisanya kita buang ke TPA. Jadi kita butuh tambahan mesin,” kata Jefri.

Ia mengatakan, pada 2026 DLH Mimika telah mengajukan pembelian lahan untuk pembangunan tambahan PDU guna mengolah sampah plastik.

“Kami mengajukan pembelian tanah di dua lokasi, yakni SP 2 Kelurahan Wanagon dan satu lokasi di Kelurahan Sempan untuk pembangunan PDU. Kami menunggu Dinas Pertanahan dan Permukiman membentuk tim appraisal untuk menghitung harga tanah. Setelah itu baru kami siapkan anggarannya,” kata Jefri.

Ia berharap, dengan tambahan dua lokasi tersebut dapat membantu menangani sampah plastik di Mimika.

Pengawas PDU Mimika Munafir Nuhuyanan menjelaskan masih banyak hal yang harus dibenahi di PDU, mulai dari mesin pembakar sampah yang memiliki kapasitas kecil, belum adanya mesin pengering sampah plastik, serta gudang pengelolaan sampah yang sempit.

“Yang membuat proses lama adalah kami harus menjemur dulu sampah plastik sebelum dibakar karena kami tidak memiliki mesin pengering. Selain itu, alat penghantar panas pada mesin pembakar juga pendek sehingga volume sampah yang bisa dibakar juga sedikit,” kata Munafir.

Ia menyebutkan, target produksi yang diberikan sebanyak 200 paving block per hari, namun dalam satu hari PDU hanya mampu menghasilkan sekitar 161 buah paving block.

“Karena terkadang kondisi mesin ini tidak bisa bekerja sama optimal itu berpengaruh pada jumlah cetakan yang dihasilkan.Kami juga berharap teknisi di sini bisa dikirim ke Banyumas agar mereka bisa belajar langsung di sana, setelah itu baru kembali ke Timika,” ujarnya.

Ia menyebut, jumlah karyawan yang bekerja di PDU Mimika sebanyak 23 orang, termasuk tenaga administrasi.

“Jumlah itu sudah termasuk admin.Mereka kami bayar upahnya per bulan,” kata Munafir seraya menjelaskan PDU Mimika mulai beroperasi secara normal sejak 2025.(ant)

Komentar (0)

Memuat komentar...
📱 WA CHANNEL 📢 LAPOR FP