Lewati ke konten utama

Budaya "Electrifying Lifestyle PLN" Jadi Sahabat Setia UMKM Anak Muda Papua, Usaha Makin Efisien dan Ramah Lingkungan

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
21.49 WIT3 menit baca10 dibaca
Penjual kopi keliling yang dilengkapi dg motor listrik. Penjual kopi keliling ini sangat mudah dtemui di lokasi keramaian di Kota Jayapura.
Penjual kopi keliling yang dilengkapi dg motor listrik. Penjual kopi keliling ini sangat mudah dtemui di lokasi keramaian di Kota Jayapura.Foto / JAYAPURA
Bagikan berita ini
Aa

Jayapura, fajarpapua.com – Tren electrifying lifestyle atau gaya hidup berbasis listrik semakin diminati kalangan anak muda di Papua.

Sejalan dengan program transisi energi yang dijalankan PT PLN (Persero), tren ini turut mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) beralih menggunakan peralatan berbasis listrik yang lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan.

Salah satu penerapan gaya hidup serba listrik terlihat di BM Coffee yang berlokasi di Kotaraja, Kota Jayapura.

Pengelola kedai, Faisal Mustakim (35), memilih mengandalkan pasokan listrik PLN untuk mendukung operasional usahanya, termasuk menggunakan kompor induksi dalam meracik berbagai menu bagi pelanggan.

Menurut Faisal, penggunaan kompor induksi memberikan banyak keuntungan dibandingkan kompor berbahan bakar gas.

"Dengan kompor listrik, dapur lebih bersih dan proses memasak lebih cepat hingga 50 persen dibandingkan kompor gas. Perawatannya juga sangat mudah. Jika ada tumpahan kuah atau sisa makanan, cukup dilap dengan kain basah dan langsung bersih kembali," ujar Faisal, Rabu (15/7).

Selain lebih bersih dan cepat, kompor induksi juga dilengkapi pengaturan suhu digital yang presisi sehingga membantu menjaga kualitas masakan. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan biaya produksi.

Budaya electrifying lifestyle juga mulai diterapkan oleh para penjual kopi keliling yang kini banyak dijumpai di berbagai sudut Kota Jayapura.

Mereka memanfaatkan sepeda listrik sebagai sarana berjualan karena lebih hemat, bebas emisi, serta tidak menimbulkan kebisingan.

Ina, salah seorang penjual kopi keliling di kawasan Abepura, mengaku penggunaan sepeda listrik telah memberikan dampak positif bagi usahanya.

Selain memudahkan mobilitas selama berjualan dari pagi hingga sore hari, biaya pengisian daya baterai juga jauh lebih terjangkau.

"Ini membuktikan bahwa kami, para pelaku UMKM, bisa tetap kreatif dan adaptif mengikuti perkembangan zaman. Dengan memakai sepeda listrik, uang hasil jualan bisa ditabung karena biaya untuk mengisi ulang daya baterai sangat murah," kata Ina.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menilai semakin banyaknya pelaku UMKM yang memanfaatkan peralatan dan kendaraan listrik menjadi bukti nyata bahwa budaya electrifying lifestyle mulai tumbuh di Papua.

Menurutnya, pemanfaatan energi listrik tidak hanya mendukung operasional usaha yang lebih efisien, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Kami sangat bangga melihat kreativitas anak-anak muda ini yang mampu memanfaatkan fasilitas kelistrikan untuk menjalankan usaha yang ramah lingkungan. Semoga kemudahan akses listrik PLN bisa terus memotivasi masyarakat luas untuk menciptakan peluang bisnis baru yang bebas polusi dan lebih efisien," ujar Roberth.

Melalui budaya electrifying lifestyle, PLN berharap semakin banyak UMKM di Papua yang bertransformasi menggunakan energi listrik.

Selain meningkatkan daya saing usaha, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi bersih dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Tanah Papua. (Humas PLN)

Komentar (0)

Komentar disimpan di perangkat Anda untuk pratinjau UI. Integrasi server mengikuti modul komentar yang sudah ada di admin.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.