Jayapura, fajarpapua.com – Bandara Internasional Sentani, Jayapura, mencatat 19.937 pergerakan pesawat selama Semester I atau Januari–Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 18.647 pergerakan.
Peningkatan itu menunjukkan kinerja operasional Bandara Internasional Sentani tetap solid di tengah dinamika industri penerbangan nasional. Selain pergerakan pesawat, sektor angkutan kargo juga mencatat pertumbuhan positif.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sentani, Citra Mahesa Nusantara, mengatakan, peningkatan pergerakan pesawat mencerminkan semakin kuatnya konektivitas udara dan aktivitas distribusi logistik di Papua.
"Ini mencerminkan semakin kuatnya konektivitas udara serta aktivitas distribusi logistik di wilayah Papua," katanya, Kamis (9/7/2026). Selama Januari–Juni 2026, Bandara Internasional Sentani melayani 47.795.347 kilogram kargo atau naik 3 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 46.322.870 kilogram.
Menurut Mahesa, pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas distribusi barang, logistik, dan kebutuhan masyarakat di Papua terus meningkat sehingga transportasi udara tetap menjadi moda utama dalam mendukung rantai pasok. Sementara itu, jumlah penumpang yang dilayani selama Semester I 2026 mencapai 797.350 orang. Angka tersebut turun 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 862.844 penumpang.
Mahesa mengatakan, penurunan jumlah penumpang dipengaruhi sejumlah faktor, diantaranya penyesuaian kapasitas penerbangan oleh beberapa maskapai, pengelolaan frekuensi penerbangan yang lebih efisien sesuai tingkat permintaan, serta perubahan pola perjalanan masyarakat.
Meski demikian, peningkatan jumlah pergerakan pesawat menunjukkan aktivitas operasional di Bandara Internasional Sentani tetap berlangsung dinamis. "Hal ini mengindikasikan adanya penyesuaian komposisi layanan penerbangan, termasuk optimalisasi penerbangan perintis, logistik, dan layanan operasional lainnya yang tetap menjaga konektivitas wilayah Papua," ujarnya. Selama Semester I 2026, rute penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sentani masih didominasi tujuan Jakarta, Makassar, Wamena, Timika, dan Merauke. Mahesa menilai capaian tersebut harus dilihat secara menyeluruh karena industri penerbangan masih menghadapi berbagai tantangan operasional dan kondisi pasar.
"Pertumbuhan pergerakan pesawat sebesar tujuh persen dan peningkatan volume kargo sebesar tiga persen merupakan indikator yang sangat positif. Hal tersebut menunjukkan konektivitas udara menuju Papua tetap terjaga dengan baik dan aktivitas logistik terus meningkat. Bandara Internasional Sentani tetap menjalankan fungsinya sebagai gerbang utama mobilitas masyarakat dan distribusi barang di Tanah Papua," katanya.
Ia menambahkan, penyesuaian jumlah penumpang tidak mengurangi optimisme terhadap prospek pertumbuhan trafik pada semester berikutnya. "Memang pada periode libur sekolah tahun ini jumlah penumpang belum melampaui capaian Semester I Tahun 2025. Namun kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh penyesuaian kapasitas penerbangan dan strategi operasional maskapai dalam menyesuaikan permintaan pasar. Yang menggembirakan adalah konektivitas penerbangan tetap terjaga, frekuensi operasional pesawat meningkat, dan distribusi logistik juga terus bertumbuh. Hal ini menjadi fondasi yang baik untuk mendorong peningkatan trafik pada semester berikutnya," tuturnya. Mahesa mengatakan Bandara Internasional Sentani akan terus memperkuat sinergi dengan maskapai, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan sektor usaha lainnya untuk membuka rute baru, meningkatkan frekuensi penerbangan, serta mengembangkan potensi pasar transportasi udara di Papua.
"Kami optimistis potensi pertumbuhan transportasi udara di Papua masih sangat besar.










