Timika, fajarpapua.com – Tragedi yang menimpa pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) di Kabupaten Yahukimo tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga berdampak langsung terhadap layanan penerbangan di wilayah pedalaman Papua.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob mengajak masyarakat untuk bersabar sambil menunggu operasional penerbangan kembali normal.
Menurut Bupati Rettob, penghentian sementara operasional sejumlah maskapai yang melayani rute pedalaman menjadi persoalan serius karena transportasi udara merupakan urat nadi kehidupan masyarakat di daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang dialami PT AMA. Musibah ini juga membawa dampak yang cukup besar terhadap penerbangan di wilayah pedalaman Papua," ujar Bupati Rettob, Rabu (8/7).
Ia menjelaskan, berhentinya sementara aktivitas penerbangan menyebabkan distribusi berbagai kebutuhan pokok ikut terganggu.
Selama ini, pasokan bahan pangan, obat-obatan, hingga material pembangunan untuk masyarakat pedalaman sebagian besar diangkut menggunakan pesawat.
"Hampir seluruh kebutuhan masyarakat di pedalaman, termasuk bahan makanan dan obat-obatan, dikirim melalui jalur udara. Ketika penerbangan dihentikan sementara, tentu pelayanan kepada masyarakat ikut terdampak," katanya.
Bupati Rettob berharap situasi tersebut segera membaik sehingga penerbangan menuju wilayah pedalaman Papua dapat kembali beroperasi seperti biasa.
Dengan pulihnya layanan transportasi udara, distribusi logistik dan pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil juga dapat kembali berjalan normal.
Ia pun mengimbau masyarakat yang terdampak untuk tetap tenang dan bersabar menghadapi kondisi ini.
"Kami berharap masyarakat dapat memahami situasi ini dan bersabar. Semoga layanan penerbangan ke pedalaman segera kembali beroperasi sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal," tutupnya. (moa)










