Lewati ke konten utama

Program MBG di Wilayah 3T Mimika Belum Jalan, Satgas Segera Bahas dengan BGN Papua Tengah

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
08.20 WIT3 menit baca64 dibaca
Ketua Satgas MBG Mimika, Emanuel Kemong saat memantau pelaksanaan program makan bergizi gratis disalahsatu sekolah.
Ketua Satgas MBG Mimika, Emanuel Kemong saat memantau pelaksanaan program makan bergizi gratis disalahsatu sekolah.Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Kabupaten Mimika hingga kini belum dapat dilaksanakan.

Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Mimika memastikan pelaksanaan program di daerah terpencil masih menunggu kajian dan pemetaan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah.

Ketua Satgas MBG Kabupaten Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang BGN Papua Tengah untuk membahas strategi penerapan program MBG di wilayah 3T agar pelaksanaannya tepat sasaran dan berjalan optimal.

"Sampai hari ini daerah yang masuk dalam wilayah 3T di Mimika belum dilaksanakan program MBG. Dalam waktu dekat kami akan mengundang BGN untuk membahasnya. Untuk wilayah 3T kami belum bicara fokus di daerah mana saja, harus dirapatkan dulu baru kami tetapkan wilayahnya, kemudian dilaksanakan," kata Emanuel Kemong.

Menurut Kemong yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Mimika, pelaksanaan MBG di wilayah 3T membutuhkan perencanaan yang matang karena mempertimbangkan kondisi geografis, akses transportasi, hingga distribusi bahan pangan.

Ia mengungkapkan, meski sudah ada sejumlah penanggung jawab Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berinisiatif membangun dapur MBG di wilayah terpencil, pemerintah belum dapat memberikan persetujuan sebelum dilakukan survei lapangan dan pemetaan secara menyeluruh.

"Ada beberapa yang sudah berinisiatif membuat dapur MBG di wilayah 3T, tetapi kami belum melakukan survei. BGN memiliki peta daerah mana saja di Mimika yang masuk wilayah 3T dan kami akan melihat apakah wilayah tersebut dapat dijangkau atau tidak, bagaimana ketersediaan bahan makanan yang akan dikelola. Semua itu harus dipetakan terlebih dahulu," ujarnya.

Kemong menegaskan data menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan sehingga pemerintah tidak ingin terburu-buru menjalankan program tanpa didukung kajian yang memadai.

"Tanpa ada data, kita tidak bisa melakukan sesuatu. Data menjadi pendukung bagi kami untuk melaksanakan Program MBG di wilayah 3T," tegasnya.

Kabupaten Mimika memiliki 18 distrik yang mencakup kawasan perkotaan, pesisir, hingga pegunungan.

Sejumlah distrik di wilayah pegunungan hanya dapat dijangkau melalui transportasi udara, sedangkan wilayah pesisir umumnya diakses menggunakan jalur laut maupun udara.

Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu tantangan utama dalam perluasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis ke wilayah 3T.

Sementara itu, pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Mimika saat ini masih difokuskan di kawasan perkotaan.

Sebanyak 18 dapur SPPG telah beroperasi dan aktif melayani peserta didik di Kota Timika.

"Di wilayah Kota Timika sudah ada 18 dapur dan semuanya sudah aktif. Yang sempat di-suspend beberapa waktu lalu kini sudah kembali beroperasi seperti biasa," katanya.

Ke-18 dapur SPPG tersebut tersebar di tiga distrik, yakni Distrik Mimika Baru, Distrik Wania, dan Distrik Kuala Kencana.

Program MBG di Kabupaten Mimika sendiri mulai dilaksanakan sejak Juli 2025. (red)