Lewati ke konten utama

Semester I 2026, Kogabwilhan III Sita 47 Senjata Api dan 3.000 Batang Ganja, Letjen Lucky Avianto: Bukti TNI Serius Jaga Papua dan Timur Indonesia

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
15.34 WIT3 menit baca332 dibaca
Pangkogabwilhan III saat menunjukkan barang bukti hasil operasi semester pertama 2026 Kogabwilhan III, Senin (6/7).
Pangkogabwilhan III saat menunjukkan barang bukti hasil operasi semester pertama 2026 Kogabwilhan III, Senin (6/7).Foto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto merilis hasil operasi Semester I Tahun 2026 yang dilaksanakan di delapan provinsi yang berada dalam wilayah kerja Kogabwilhan III, meliputi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, dan Maluku Utara.

Rilis tersebut digelar di Markas Kogabwilhan III, Jalan Poros Kwamki Narama Mile 32, Timika, Senin (6/7), dengan menampilkan berbagai barang bukti hasil operasi di wilayah darat, laut, dan udara.

Turut hadir dalam konferensi pers tersebut Kaskogabwilhan III beserta jajaran, Pangdam XVII/Cenderawasih, Pangdam XVIII/Kasuari, Pangdam XXIV/Mandala Trikora, Pangkoarmada III, Pangkoopsud III, Danpasmar III, para Dankoarmada, serta Pangkoops Habema dan jajaran.

Dalam keterangannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan barang bukti yang dipamerkan merupakan hasil berbagai operasi gabungan yang dilaksanakan sepanjang Semester I 2026.

Di sektor laut, Kogabwilhan III mengklaim berhasil menggagalkan sejumlah aktivitas ilegal yang memanfaatkan jalur perairan sebagai sarana distribusi maupun penyelundupan.

Barang bukti yang diamankan antara lain senjata api yang diduga akan dipasok kepada kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM), praktik ilegal ship-to-ship transfer bahan bakar minyak (BBM), penyelundupan satwa dilindungi, hasil kelautan, minuman keras ilegal, hingga narkotika.

Sementara itu, pada operasi di wilayah udara, aparat berhasil menindak berbagai pelanggaran wilayah udara nasional, termasuk penerbangan pesawat sipil asing yang melintas tanpa memenuhi ketentuan serta sejumlah penerbangan tanpa izin.

Selain itu, tercatat pula penanganan 30 kasus narkotika yang didominasi peredaran ganja.

Di wilayah darat, operasi yang dilakukan di kawasan perbatasan menghasilkan penemuan hampir 3.000 batang tanaman ganja, penyitaan 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin modifikasi yang dapat menembakkan amunisi tajam, sekitar 800 butir amunisi berbagai kaliber, senjata tradisional, alat komunikasi, uang tunai sebesar Rp 36 juta, serta berbagai perlengkapan lain yang menurut TNI digunakan oleh kelompok OPM.

Selain itu, di wilayah Kodam XV/Pattimura, aparat juga menerima penyerahan sejumlah senjata campuran beserta amunisi berbagai kaliber dari masyarakat.

"Penindakan kasus yang berhasil kami lakukan meliputi penyelundupan dan penyitaan senjata api, amunisi, senjata tradisional, BBM ilegal, satwa ilegal, narkotika, minuman keras ilegal, serta berbagai perlengkapan lain yang digunakan OPM bersama sejumlah pelaku," ujar Lucky Avianto.

Ia menegaskan bahwa seluruh operasi tersebut merupakan bentuk keseriusan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah timur Indonesia.

"Semua yang kami lakukan menunjukkan keseriusan menjaga wilayah kami. Kami terus meningkatkan patroli pengawasan wilayah darat, laut, udara, dan perbatasan, mempererat sinergi lintas instansi, meningkatkan deteksi dini, memperluas upaya penegakan hukum, serta menutup celah yang dimanfaatkan jaringan kriminal OPM yang secara jelas menyerang masyarakat maupun aparat keamanan," tegasnya.

Menurut Lucky, seluruh langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertahanan, dan Panglima TNI untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di wilayah Papua dan kawasan timur Indonesia.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dengan memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

"Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus bekerja sama demi mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera," pungkasnya. (ron)