Lewati ke konten utama

KONI Mimika Percepat Pendataan 28 Cabor, Fondasi Pembinaan Atlet Berbasis Data Menuju Porprov dan PON

Redaksi Fajar PapuaPenulis
MustofaEditor
15.55 WIT3 menit baca136 dibaca
Sekretaris Umum KONI Mimika, George Deda
Sekretaris Umum KONI Mimika, George DedaFoto / Mimika
Bagikan berita ini
Aa

Timika, fajarpapua.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika terus memperkuat sistem pembinaan olahraga dengan melakukan pendataan terhadap seluruh cabang olahraga (cabor) yang menjadi anggota KONI.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi membangun olahraga prestasi yang lebih terukur, terstruktur, dan berbasis data.

Sekretaris Umum KONI Mimika, George Deda, mengatakan proses pendataan telah dimulai sejak 25 Juni 2026.

Program ini menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan dan perencanaan pembinaan atlet di Kabupaten Mimika.

Pada tahap awal, KONI Mimika telah menyiapkan format pendataan melalui Google Form yang dibagikan kepada seluruh pengurus cabang olahraga untuk diisi sebelum dilakukan proses verifikasi lebih lanjut.

"Pada tahap awal ini kami menyiapkan format data dalam bentuk Google Form, kemudian dibagikan kepada masing-masing cabor untuk diisi dan dikembalikan ke KONI Mimika. Setelah itu, kami akan mengundang setiap cabor untuk bersama-sama melihat, memverifikasi, dan memasukkan data mereka secara lebih detail," ujar George Deda.

Mantan atlet nasional Rugby Indonesia itu mengungkapkan, hingga memasuki pekan pertama pelaksanaan pendataan, baru lima cabang olahraga dari total 28 cabor anggota KONI Mimika yang telah menyerahkan data.

Karena itu, ia berharap seluruh cabang olahraga segera melengkapi data yang diminta agar proses penyusunan basis data olahraga Kabupaten Mimika dapat berjalan secara maksimal.

Menurut George, data yang dihimpun meliputi daftar cabang olahraga anggota KONI Mimika beserta status kepengurusannya, baik yang masih aktif maupun yang belum aktif.

Database tersebut nantinya menjadi acuan dalam mengevaluasi perkembangan organisasi, pembinaan atlet, hingga capaian prestasi setiap cabang olahraga.

"Database ini menjadi dasar bagi KONI dan masing-masing cabor untuk melihat perkembangan pembinaan dan prestasi yang telah dicapai. Dengan data yang lengkap, kita bisa mengukur kemajuan setiap cabang olahraga secara objektif," katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan data yang akurat akan sangat membantu KONI Mimika dalam menyusun berbagai program strategis olahraga daerah, mulai dari pelaksanaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Kalau data sudah terkumpul dan tertata dengan baik, maka akan sangat membantu kami dalam menyusun rencana dan tahapan pelaksanaan Porkab, menghadapi Porprov, hingga PON. Bicara prestasi olahraga harus terukur, terstruktur, dan terencana dengan baik," tegasnya.

George menambahkan, pembangunan olahraga prestasi tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan perkiraan atau asumsi.

Seluruh program pembinaan harus disusun berdasarkan data yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Olahraga prestasi tidak bisa dibangun dengan ilmu kira-kira. Semua harus memiliki dasar yang jelas, terukur, dan berbasis data. Karena itu, pendataan ini menjadi program penting yang harus mendapat dukungan dari seluruh cabang olahraga," pungkasnya. (mas)