Timika, fajarpapua.com- Sebanyak 232 warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Timika mendapatkan remisi umum atau pengurangan masa tahanan pada momentum peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia (RI).
Kepala Lapas Kelas II B Timika Hernowo di Timika,Senin, mengatakan penyerahan remisi tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong di Lapas Kelas II B Timika.
Dia menyebut jumlah warga binaan di Lapas Timika sebanyak 371 orang, di antaranya sebanyak 232 orang diusulkan ke Kementerian Imipas sebelum Agustus 2026 untuk mendapat remisi
Ia menjelaskan warga binaan yang diusulkan mendapatkan remisi adalah warga binaan yang telah memenuhi syarat seperti berkelakuan baik saat menjalani massa tahanan, sudah memiliki kekuatan hukum tetap dan telah menjalani massa tahan selama enam bulan.
Sementara warga binaan yang tidak diusulkan karena belum memiliki kekuatan hukum tetap dan juga mereka yang belum menjalani massa tahanan selama enam bulan.
"Jadi tidak semua diusulkan, hanya 232 yang diusulkan karena sudah memenuhi syarat, dan dikabulkan untuk mendapatkan remisi. Sisanya itu belum memenuhi syarat," ujarnya.
Dia mengatakan, jumlah warga binaan pemasyarakatan yang mendapat remisi itu berbeda beda mulai dari satu bulan hingga enam bulan.
Dari 232 warga binaan yang mendapatkan remisi terbagi menjadi dua, yakni remisi umum (RU) I sebanyak 227 orang dan remisi umum (RU) II sebanyak lima orang.
"Warga binaan yang mendapatkan remisi umum II masih menjalani masa tahan, sedangkan warga binaan yang mendapatkan remisi umum II langsung bebas," ujarnya
Dari lima orang yang mendapatkan RU II ini, di antaranta tiga orang langsung bebas karena masa tahan sudah habis, sedang dua lainnya masih menjalani subsider tiga bulan.
Ia mengatakan dengan dibebaskan tiga orang yang menerima resmi pada HUT ke-81 RI maka jumlah warga binaan di Lapas Kelas II B Timika berkurang menjadi 363 dari 371 warga binaan.
Dia juga mengungkapkan saat ini kondisi Lapas Timika sudah melebihi kapasitas yang hanya mampu menampung 300 warga binaan.
Meski demikian, kata dia, kondisi keamanan di Lapas Timika hingga saat ini tetap aman dan kondusif, serta tidak ada gangguan yang berarti.
"Kami di sini punya program ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan Lapas untuk warga binaan membudidayakan sayur-sayuran yang nantinya dijual kepada pihak ketiga," ujarnya.(ant)










